pagi berbagi ngider bagi bagi sedekah
pagi berbagi ngider bagi bagi sedekah

Disatu hari yang aku lupa kapan. Berhenti kesetop lampu merah di perempatan rawapanjang bekasi. Dateng bapak2 disable njulurin tangan minta sedekah. Karena hati lagi lapang waktu itu, alhamdulillah, kasih dah walo ga seberapa.
Sayup sayup si bapak kasi doa, Alhamdulillah, semoga rizkinya bertambah mas..
Dari kata kata yang terdengar dari si bapak, ko jadi berasa galau waktu itu. Jadi kepikiran tentang rizki dan sedekah.
Lagi dimantepin, kalo rizki itu Allah yang ngatur.
Dulu tinggal dengan orangtua yang serba kecukupan. Alhamdulillah. Sekarang sudah berpenghasilan dan Alhamdulillah lebih dari cukup untuk biaya hidup standar sehari hari. Tapi inget lho ya, bukan gaya hidup wah yang serba mewah. Tapi hidup dengan cukup dan semoga Allah selalu mencukupkan nikmat kita. Amin.
Konsepnya :: Allah telah menghamparkan rizki dengan sangat luas dan lapang. Tinggal bagaimana kita bisa panen atas rizki yang telah dihamparkan itu. Seberapa besar usaha kita untuk memanen rizki tersebut. Kira kira begitu konsep yang kita pahami.
hamparan ladang gandum,,

Nah insyaAllah dengan sedekah, pintu pintu rizki semakin terbuka lebar. Rizki yang tak terduga hadir tiba tiba untuk kita. Atau bisa berimbas terbalik. Disaat kita sempit, susah, maka secara tiba tiba bantuan Allah dalam berbagai bentuk, wujud dan rupa bisa hadir dengan sendirinya.InsyaAllah.
Nah kembali ke kata kata yang diucapkan si bapak disable “ semoga rizkinya bertambah”. Saya jadi bertanya dalam hati, darimana si rizki ini berasal? Kok bisa ada yang menambahkan dan mungkin jika bisa bertambah satu saat bisa juga berkurang kan.
Nah dari konsep sebelumnya diatas, kita sepakat jika rizki itu sumbernya dari Allah. Allah yang mengatur dan menghamparkannya untuk kita.
Dan tentang sedekah, coba kita berpikir begini. Kebutuhan hidup kita sudah cukup, jika mau berlebih pun sangat mungkin. Tabungan? Alhamdulillah engga pernah berkurang insyaAllah, makan? Sangat Alhamdulillah tidak pernah khawatir tidak bisa makan, tapi lebih ke khawatir menu makanan apa yang nanti akan dimakan. Tidur? Sangat nyaman. Gaji? Ngalir terus engga kebendung, masuk rekening terus. Sangat sangat disyukuri dan Alhamdulillah sudah sangat cukup.
Dengan kecukupan nikmat yang demikian luar biasa, maka apalah arti sedekah banyak ataupun sedikit dari harta kita yang diam itu. Apa ruginya kita bersedakh dari harta yang tidak kita gunakan. Malah sebaliknya, pahala bertambah, pintu rizki semakin luas dan paling bahagia itu puas. Puas kenapa? Harta hasil kerja kita bisa terpakai untuk satu hal yang bermanfaat bagi sesama. Harta tersebut bisa benar benar digunakan oleh orang yang benar benar membutuhkan.
Silahkan silahkan dirasakan dengan bersedekah itu bagaimana kita bisa merasakan syukur nikmat yang sangat luar biasa.
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.
QS Ar Ruum 37-38.
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
QS Saba’ 39
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
QS Adzaariyaat 58
Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
QS Asy Syuura 19
Hadist ::
Dari Abu Umamah r.a., Nabi saw. bersabda, “Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (Muslim, Misykât).

  1. […] Dan kata ku.. sedekah sudah bermanfaat untuk kita di dunia,, insyaAllah nantinya juga di akhirat.. dengan semua harta titipan Allah yang kita miliki ini kenapa si kudu pelit kepada sesama kita.. […]

Comment here