“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit” (QS A-Muzammil [73]: 1-3)
aku kurang jelas bacanya untuk ta buat kesimpulan, lebih lengkap n jelas klik disini.

Yang pasti kalo sholat tahajud, hati merasa lebih adem. Khusyu. Salah satu langkah kembali menyehatkan otak dan berpikir positif.

Sebenarnya sholat tahajud adalah salah satu langkah untuk bersyukur dan mensyukuri dengan menghamba kepada Satu Yang Utama.

Sifat ketergantungan manusia selain sosial (hablumminannas) lebih kepada satu kepastian. Kepastian hakikat, asal dan tujuan. Islam memberikan pandangan tiada akhir atas pertanyaan tersebut dan dapat terjawab dengan adanya (hablumminallah).

Satu pertanyaan kecil.

-“dari ‘mana’ asal mu?”

– – “dari orangtuaku.”

-“orang tuamu dari ‘mana’?”

Terus saja telusuri pertanyaan itu sampai moyang, akhir jawaban menjadi lebih aneh – aneh dengan adanya phitecantropus erectus-lah, homo sapiens-lah (teori darwin yang masih bolong sampai sekarang). Tetap telusur saja pertanyaan tersebut. Pada akhirnya Islam memberikan jawaban tersebut melalui QS AL Mu’minuun (12 – 14). Cobalah dibaca… (kok topic melebar ya..??)

Comment here