yai thobary
Kyai Thobary Syadzily, ( Syeikh Nawawi Al Bantany )
Pertama kali bertemu dengan beliau di Masjid Jami’ Malang – Jatim pas diajak bib Hasan Achmad. Alhamdulillah saya nda mengenal siapa beliau waktu itu.. -_- Bib Hasan menjelaskan beliau adalah cucu cicit Imam Nawawi ra. Ulama yang menulis banyak kitab hadits dan karyanya menjadi referensi atau banyak dikaji di pondok pesantren.. oooo,, ngono.. *mlongo.. *kemudian nyimak kajian..
Pembahasan di Masjid Jami’ Malang pada saat itu berkaitan dengan akidah ahlusunah wal jamaah yang bersumber pada empat madzhab yaitu imam Maliki Hanafi Hambali dan Syafi’i. Mengapa beliau begitu keras menyampaikan akidah ahlusunnah wal jamaah yang bersumber dalam empat madzab tidak lain karena saat ini muncul ajaran kaku yang selalu mengajarkan agar kembali kepada akidah yang sama persis dengan jaman Rasulullah Muhammad saw menurut Al Quran dan Hadits.
yai-thobary---masjid-jami
Well, alhasil ajaran ini kemudian menjadi lebih sering konflik dengan ajaran para ulama yang amalannya sudah berlangsung dan menjadi tradisi di masyarakat Indonesia yang sangat kental dengan sisi budaya.
Yang lebih menjadikan risih dari beberapa ulama aswaja yang saya temui adalah ajaran memurnikan aqidah ini kemudian lebih ekstrim lagi menyatakan amalan atau tuntunan yang diajarkan oleh ulama aswaja yg amalannya terikat dengan budaya ini adalah salah. Senjatanya adalah hadits2 shohih dengan pengertian mereka sendiri kemudian menyalahkan, bahkan menjatuhkan hukuman neraka kepada pelaku yang amalannya dituduhkan tidak ada tuntunannya ini. Siapa si yang ingin masuk ke dalam neraka sobat? Kamu mau…??

Yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka kemudian dihukumi salah… T___T
Saya tahu tidak semua jamaah sembarangan menyalahkan, tapi setahu saya kebanyakan begitu sehingga berasa anti pati dengan amalan yang dituduhkan tidak ada tuntunannya ini.
Emm,, sebenarnya tidak ada, atau belum tau hukum atau dalilnya ya.. Secara Yai Thobary berani bersuara lantang kepada para punggawa ajaran ini, mengajak diskusi literatur ilmiah dengan membawa dasar hukum kitab kitab para ulama ahli hadits yang beliau miliki.
Saya bilang ibarat berkata dengan sangat yakin “di kutub selatan itu nda ada kehidupan!!!” tanpa pernah melihat discovery channel atau national geographic terlebih dahulu.. -___-

IMG_20130607_075227
masi ada beberapa rak lagi

Kenapa beliau Kyai Thobary menentang paham memurnikan aqidah ini, tidak lain adalah karena beliau paham dasar hukum amalan yang sering disalahkan dan dituduhkan tidak ada tuntunannya ini. Sumber hukum beliau kyai Thobary adalah kitab kitab ulama klasik yang didalamnya gamblang menjelaskan arti ataupun makna hadist yg digunakan untuk menghukumi amalan yg dituduhkan bidah mengada ada atau salah tersebut. Banyak hukum hukum amalan yang beliau bahas pada web beliau www.thobary.com. silahkan Anda buka.
Kyai Thobary di mata saya, terlepas dari fanatik konyol saya kepada seorang ulama. Bagi saya beliau ibarat sumur ilmu kitab ulama jaman dahulu. Jadi sebanyak apa saya dapat menimba ilmu kitab yang sudah beliau kuasai. Secara kitab banyak sekali, secara sanad keilmuan beliau juga tidak diragukan.

Belajar bahasa arab kemudian membaca arab gundul sangat mungkin siapa saja bisa. Tapi yang lebih utama adalah harus paham isi yang dimaksud pada kitab tersebut. Baca kitab kemudian memahami isi kitab untuk seorang santri pasti telah dijelaskan oleh guru guru beliau, sehingga jika kita telusuri sanad keilmuan beliau Kyai Thobary akan sampai kepada guru guru yang menyentuh kepada Rasulullah saw.

Mengapa beliau fokus untuk menanggulangi paham ekstrim yang satu ini sehingga rela dihujat dibenci dicaci dimaki dituduh menjadi sosok karakter yang tidak baik, menurut saya karena keilmuan yang beliau miliki dan hati beliau memang digerakkan Allah sebagai tameng pelindung untuk mengawal menjaga dan membentengi akidah Islam agar tetap kepada ajaran ahlusunnah wal jamaah yang bersumber kepada empat madzhab Imam Maliki Hanafi Hambali dan Syafi’i.
IMG_20130606_233028Pendapat saya pribadi ketika saat ini mulai mendekat kepada beliau, secara langsung face to face beliau kemudian membuka kitab dan menyampaikan kepada saya hukum dan dalil amalan amalan yang dituduhkan bidah dan salah sebenarnya ada. Dasar hukum tersebut sudah selesai dibahas oleh para ulama terdahulu.
Kitab yang beliau tunjukkan juga tidak hanya satu, ulama yang membahas pada satu permasalahan yang sama juga tidak hanya seorang ulama. Banyaknya kitab dan ulama yang membahas satu perihal dapat dijadikan dasaran yang akan saling melengkapi dan menguatkan. Jika memang perlu dibuka biografi ulama yang menulis kitab tersebut, beliau jg ada kitab kitab biografi para ulama.
Kerasnya pendapat beliau dalam media saat ini adalah cara atau usaha beliau menyampaikan ilmu yang sebenarnya bersumber dari kitab klasik para ulama terdulu. Tidak lepas dari segala perihal yang kita anggap tidak sesuai perilaku ataupun sisi yang kita anggap negatif, maka nda seharusnya kita jadi orang berpemikiran sempit.

Maksud yang ingin saya sampaikan adalah filter ambil yang baik dan buang yang tidak baik. Masalah pendapat pribadi orangnya yg begini dan begitu kesampingkan. Yang kita cari adalah ilmu yang Allah titipkan kepada beliau. Sejauh mana kita akan menyerap ilmu ilmu tersebut dari beliau.
Filternya ada di kita masing masing. Kita paksakan suatu pemahaman,, hanya Allah yang akan memberikan atau memberikan pemahaman kepada kita. Saya berkata A belum tentu Anda memahami sebagai A. Benar benar hanya Allah yang akan memberikan kita pemahaman.

IMG_20130607_002616Begitu juga saya tidak mengingkari beberapa perihal yang disampaikan oleh ajaran pemurni aqidah ini. Banyak yang baik, tapi tidak semuanya saya telan mentah begitu saja. Berkaitan dengan urusan menyalahkan, menghukumi sesorang saya akan lebih waspada 1000 x.
Pada kenyataannya yang sesungguhnya berhak menghakimi, menghukumi, mengampuni semua urusan yang berkaitan kepada Allah hanyalah Allah swt. Saya katakan Anda masuk neraka apa ya bener nanti Anda masuk neraka, saya doakan Anda masuk surga insyaAllah dengan kasih sayang Allah Anda akan masuk surga. Gini kan enak kan..
Coba tengok saja apa sebenarnya yang sering beliau yai Thobary sampaikan adalah jangan sembarangan menghukumi amalan orang. Saya perhatikan beliau tidak pernah menghakimi siapapun masuk ke dalam neraka, yang saya perhatikan adalah peringatan hati hati jika mencaci atau menghina ulama, Allah akan menimpakan adzab atau ujian yang keras kepada orang tersebut.
Apalagi sesungguhnya yang berhak memberikan pahala atas amalan itu hanyalah Allah, bukan saya dan bukan manusia. Yang pernah beliau sampaikan kepada saya adalah jangan pernah menghakimi seseorang itu kafir musyrik dan semacamnya. Karena kita tidak tahu isi hati dari seseorang, salah tuduh malah kita sendiri yang kena dengan hukum berikut :

“Siapa saja seseorang yang mengatakan kepada saudaranya, “hei kafir” maka julukan itu akan kembali kepada salah seorang dari keduanya. Jika orang yang dituduh itu benar, maka sesuai dengan apa  yang dituduhkan, tapi jika tidak, maka tuduhan itu akan kembali kepada yang melemparkannya.” Hr. Muslim. Di dalam hadits yang lain Rosululloh  juga bersabda, “Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekafiran, kecuali akan kembali kepada si penuduh jika orang yang dijuluki itu tidak demikian keadaannya.” Hr. Muslim.

Hati hati sobat,, jangan keraskan hati kita dengan kesombongan merasa lebih benar dan lebih baik,, *bold noted banget untuk saya sendiri dan insyaAllah selalu saya ingat jika saya merasa lebih baik..
Hati hati sobat,, hati hati menjatuhkan hukuman kepada sesorang dimana sebenarnya Allah yang lebih berhak menghukumi kita semua. Allah yang berhak menghukumi saya, Allah yang lebih berhak menghukumi kamu sekalian. Bukan saya menghukumi kamu, bukan juga kamu menghukumi saya.
Mari berpikir terbuka dan berprinsip untuk mengkaji ilmu, ilmu yang kita cari untuk menuju keridhaan Allah insyaAllah.
La hawla wala quwwata illa billah. Semoga Allah selalu menjaga kita pada jalan Nya. Aamiin.

  1. Assalamu alaikum. Salam ukhuwah akhi n salam kenal… Sy andi sulaiman asal dari makassar… Setelah membaca blog antum kepengen juga rasanya berguru kepada kyai Thobary Syadzily… Mohon sudi kiranya ditunjukkan jalan bgmana caranya supaya dapat berguru dengan beliau? Jazaakumullah khairan katsiran

Leave a Reply to Andi sulaiman Cancel reply