بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِي

kaos kaki bolong“Nak, tolong nanti jika ayah meninggal kalian pakaikan kaos kaki bolong ini di kaki ayah pada saat dimakamkan. Kaos kaki ini adalah kaos kaki yang paling ayah sayangi karena selalu setia menemani perjalanan ayah pada saat hidup di dunia hingga kita bisa makmur seperti sekarang ini”. Pesan sang ayah milyuner kepada anak anaknya disaat saat terakhir.

Tidak lama berselang, sang ayah wafat. Mengingat wasiat lisan dari sang ayah si anak mengatakan kepada ustad yang memandikan dan mengkafani ayah nya agar dapat mengenakan kaos kaki di kaki almarhum ayahnya. Sang ustad menolak permintaan tersebut. Sang anak memaksakan agar wasiat ayahnya dapat terlaksana. Sang ustad kembali dengan tegas mengatakan tidak boleh.

Di saat galau tidak dapat memenuhi permintaan sang ayah, hadir pengacara ayahnya untuk menyampaikan surat wasiat resmi peninggalan ayahnya. Dalam salah satu surat wasiat dituliskan oleh sang ayah yang membahas tentang wasiat kaos kaki bolong. Pada intinya tulisan tersebut berisi sebagai berikut :

Nak, kalian pasti sedang bingung karena tidak dapat memenuhi permintaan ayah untuk memakaikan kaos kaki bolong di jenazah ayah. Sebenarnya permintaan ayah ini hanya ingin mengingatkan kalian semua, jika kita meninggal kaos kaki bolong saja tidak dapat ikut ke dalam liang kubur. Jadi jangan kalian sibuk dengan dunia kalian kemudian lupa dengan apa yang akan kalian hadapi nanti yaitu kematian. Karena kematian pasti datang ketika kalian siap ataupun tidak. Maka bersiap lah selalu menyambutnya.

Hakjleb bingits denger cerita diatas,, cerita kaos kaki bolong yang disampaikan oleh Habib Novel Alaydrus pada tausiah di daerah Jateng Sabtu 30 Agustus 2014.

  1. […] (Kisah ini disampaikan oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus Solo dengan sedikit perubahan dalam tausiahnya saat mengisi pengajian akbar di Polokarto, Karanganyar, Jawa Tengah pada Sabtu malam Ahad, 30 Agustus 2014, ditulis ulang oleh Mas Fadlil). […]