enol“From Zero to Zero”, rencana mau nyaingin slogan “from zero to hero”, tapi buat saya slogan ini lebih keren. “From zero to zero” adalah kelanjutan dari “from zero to hero”. Ko bisa? Berawal dari pertanyaan saya ke pakde yang notabene termasuk pak ustadz di suatu hari minggu pagi.
“Pakdhe, kalau dari sudut manusia, manusia itu diciptakan untuk menyembah Tuhan. Lha trus dari segi Tuhan kenapa manusia itu diciptakan? Bukannya manusia itu jadinya mainannya Tuhan?”
Saya tanya sambil cengar cengir dan ngadep laptop engga pake secangkir kopi… Dengan jawaban yang resmi, sah dan bener2 tausiah Pakdhe menjawab:
“Semua penciptaan itu adalah rahmat dan rahim Tuhan, atas kasih sayang Tuhan. Berawal dari sesuatu yang hampa yang tidak ada menjadi ada, (dalam konteks) penciptaan alam semesta dan isinya.”
“Kasih sayang Tuhan yang tidak terhingga menjadikan kita semua ada dan berada sampai saat ini. Memiliki semua yang melekat pada diri kita, dari yang sebelumnya tidak ada.”
“Untuk analogi mainan Tuhan, manusia bisa berbuat apa? Memang Tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Ketika Dia yang maha kuasa berkehendak, ciptaan bisa berbuat apa?”
“Sehingga saat manusia itu berbangga diri atas dirinya, atas keberhasilan dari usahanya, maka rasa itu termasuk pada kufur atau sombong. Semua keberhasilan kedudukan dan kehormatan yang melekat pada manusia adalah pemberian dari Tuhan, rahmat dan kasih sayang Tuhan semata.”
Haiks, nohok banget tuh kata terakhir.. oke deh PakDhe.. nuhun atas ceramahnya…

  1. mbak iffah cantik

    hoo..gitu ya..mudeng gak yo aku?

  2. wah,,, makasih pakdhe-nya mustafa buat pencerahannya.. 🙂 Alhamdulillah..

  3. dari nol kembali ke nol.. dari tanah kembali ke tanah..
    tapi bukan berarti kita jadi mainan kan ji..?
    Esensi Sang Pencipta yang penuh Kasih itu, tidak akan mempermainkan kita sebagai mainan ji..
    🙂

Comment here