Dear Pals, apa yg engkau tahu dengan kekayaan. Nenek Milah bisa bertahan hidup selama 20 tahun dengan makan mi instan seharga seribu rupiah 3x sehari. Hidup dengan keterasingan dalam lingkup ramainya Ibu Kota.
Sahabat, pandangan ke atas tidak akan pernah membuat kita merasa puas dengan apa yg telah kita capai. Melupakan syukur dan nikmat dan kecukupan untuk bisa beramal. Apa yg membuat engkau yakin harta akan membuat mu masuk surga? Apa yg membuat mu yakin kedudukan dan jabatan akan membuat Tuhan lebih mencintai mu? Apa yg engkau pikirkan dengan derajat martabat yg engkau banggakan dimata manusia? Selalai itukah kita begitu sibuk memperhatikan kedudukan dimata manusia daripada memikirkan kedudukan kita dalam pandangan Alloh Sang Pencipta?
Apakah terlupa kita, hanya Dia yg bisa memberikan pertolongan saat sangkakala ditiupkan oleh malaikat Israfil. Untuk apa kedudukan yg selama ini sibuk kita cari, dimana harta yg selama ini kita kumpulkan untuk membayar pesuruh pesuruh.
Saat itu semua orang sibuk meratapi nasib menyesali semua waktu yg sia sia selama hidup, dan khawatir akan yamul hisab.
Sahabat, tanggungjawab adalah amanah yg dipercayakan kepada engkau. Semakin tinggi amanah yg engkau pikul, semakin tinggi derajat mu dimata manusia. Namun apakah demikian juga dalam pandangan Zat Yang Maha Mulia. Apakah dengan amanah itu Tuhan akan lebih menyayangi engkau atau sesungguhnya dengan sengaja Ia menutup hati membuat mu lupa diri. Astaghfirulloh, semoga kita terhindar dari hinaan Alloh tersebut.
Apakah engkau lupa Alloh maha melihat dan memberikan ijin Nya atas semua kejadian di muka bumi. Kenikmatan yg engkau rasakan adalah atas seijin Alloh, bukan semata atas usaha mu seorang. Siapa engkau bisa menyatakan kekuatan tanpa ijin Sang Sutradara cerita hidup di dunia. Ataukah memang mata hati mu sudah tertutup dengan semua kenikmatan yg melenakan. Astaghfirulloh, semoga Alloh selalu menghangatkan hati kita dengan kasih sayangNya.
~ – ~

Comment here