image
Silaturahim Habib Anis Al-Habsyi kepada Habib Ali Alaydrus sebelumnya

Habib Ali bin Ja’far Alaydrus : Jangan kamu kira terjadinya berbagai bencana di berbagai daerah di muka bumi saat ini diakibatkan oleh banyaknya orang yang mabuk dan melakukan kemaksiatan lainnya, akan tetapi sesungguhnya penyebab utama turunnya berbagai bencana tersebut adalah karena terlampau banyaknya anak yang durhaka kepada orang tua, disetiap rumah saat ini terdapat anak yang durhaka kepada orangtua. Sebab memanjang tajam orang tua adalah sebuah kedurhakaan, membantah ucapan orang tua adalah sebuah kedurhakaan.. sampaikan ini kepada semua orang.” Batu Pahat Malaysia 2008.

Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengharap ridha Allah saya menuliskan inti nasehat yang luar biasa diatas dengan di diktekan langsung dari Habib Novel bin Muhammad Alaydrus pengasuh Majelis Dzikir & Ilmu Ar Raudhah Solo (Sin, 17 April 2016).
Cerita berikut adalah perjalanan habib Novel bin Muhammad Alaydrus ketika mendapatkan nasehat dari habib Ali bin Ja’far Alaydrus di Batu Pahat Malaysia… minat simak ? Bismillah, lanjuttt..

Habib Anis berniat untuk silaturahim kepada habib Ali bin Ja’far Alaydrus – Batu Pahat Malaysia. Siang hari membahas urusan tiket dan pasport namun pada sore harinya habib Anis mengalami awal serangan struk penyebab sampai dengan wafatnya beliau.
Satu tahun setengah (2008) setelah wafatnya habib Anis, habib Novel sebagai murid melanjutkan niatan dari sang guru untuk menyambung silaturahim kepada habib Ali bin Ja’far Alaydrus. MasyaAllah segala kebutuhan habib Novel telah Allah penuhi mulai dari penginapan, transportasi dan lain sebagainya.
Seorang jamaah yang pernah hadir ke masjid Riyadh solo mendengar kabar habib Novel ke Malaysia menyambut niatan tersebut.
Habib Novel beserta rombongan tiba di kediaman habib Ali bertepatan pada waktu melewati magrib dan sebelum Isya dimana pada waktu tersebut adalah waktu dimana ulama sedang berdzikir. Habib Novel yang tertidur pada perjalanan tersebut terbangun dengan kaget karena rombongan sudah terlanjur turun. Maksud habib Novel waktu bertamunya adalah setelah Isya’ sehingga tidak mengganggu ibadah habib Ali.
Namun karena sebagian rombongan sudah turun dari kendaraan maka keluarga habib Ali pun mengetahui ada tamu hadir. Pintu rumah kemudian dibukakan oleh salah seorang keluarga habib Ali yang kemudian berkata : “Silahkan masuk, sudah dinantikan kedatangannya oleh habib Ali”. Padahal pada saat itu tidak ada yang menceritakan niatan silaturahim habib Novel tersebut kepada habib Ali.
Lanjutt,,, perhatikan bagaimana mulianya habib Ali saat memuliakan tamu pada kisah berikut..
Habib Ali ingin meninggalkan tamu untuk sesaat masuk ke dapur memintakan anaknya untuk membuatkan minuman kepada para tamu. MasyaAllah habib Ali berjalan dengan mundur dengan badan menghadap para tamu beliau berjalan mundur sampai beliau menabrak dinding rumah dengan cukup keras. Siapa yang lebih mulia dan siapa yang lebih dimuliakan pada kondisi ini?
Ketika cangkir minuman sudah tiba, karena habib Novel posisi duduk dekat dengan habib Ali, habib Ali meminta bantuan habib Novel untuk mengangkat satu persatu cangkir minuman tersebut kepada para tamu rombongan, habib Ali tidak menyuruh habib Novel menyajikan satu persatu cangkir tersebut, tapi dengan tangan habib Ali yang dibantu oleh habib Novel bersama mengangkat cangkir tersebut satu persatu ke hadapan para tamu. MasyaAllah. Bisakah Anda gambarkan kondisi tersebut ?
Habib Ali kemudian meminta salah satu anak ataupun menantu laki untuk mencarikan makan malam untuk rombongan, setelah beberapa saat sang menantu pulang namun tidak membawa makanan yang diminta oleh Habib Ali dikarenakan tidak ada warung yang masih buka. Habib Ali kemudian menyerahkan uang tersebut kepada habib Novel dan rombongan agar dalam perjalanan pulang nanti dapat mampir ke tempat makan untuk makan malam. Anda akan takjub betapa sederhananya habib Ali dalam kehidupan beliau.
Pada salah satu diskusi pada silaturahim tersebut habib Novel mendapat nasehat diatas :

“Habib Ali bin Ja’far Alaydrus : Jangan kamu kira terjadinya berbagai bencana di berbagai daerah di muka bumi saat ini diakibatkan oleh banyaknya orang yang mabuk dan melakukan kemaksiatan lainnya, akan tetapi sesungguhnya penyebab utama turunnya berbagai bencana tersebut adalah karena terlampau banyaknya anak yang durhaka kepada orang tua, disetiap rumah saat ini terdapat anak yang durhaka kepada orangtua. Sebab memanjang tajam orang tua adalah sebuah kedurhakaan, membantah ucapan orang tua adalah sebuah kedurhakaan.. sampaikan ini kepada semua orang.”

Wallahu a’lam.. semoga kisah diatas dapat bermanfaat. Allahuma aamiin..

  1. thank….

Comment here