Dikutip Dari Buku Miftahussarair Wa Kanzudz Dzakhoir
Karya Syeikh Abû Bakar bin Sâlim
Diterjemahkan Oleh Ustadz Novel Bin Muhammad Alaydrus, Solo

Allâh Ta’âlâ berfirman kepada Nabi-Nya, Muhammad saw:

يَآاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ، قُمِ الْلَّيْلَ اِلاَّ قَلِيْلاً، نِّصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلاً، أَوْزِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلاً

“Hai orang yang berselimut (Rasûlullâh), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit dari padanya, yaitu seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Quran dengan tartil.” (Al-Muzzammil 73:1-4)
Salah seorang sufi berkata, “Sejak 40 tahun yang lalu tiada yang dapat membuatku sedih kecuali terbitnya fajar.” Sufi yang lain berkata, “Kalau bukan karena malam, tentu aku tidak akan mencintai kehidupan ini walau sesaat.”
Mereka para sufi, semoga Allâh memberi kita manfaat dengannya, telah menemukan kenikmatan yang luar biasa dalam shalat malam. Mereka menyendiri dengan Tuhan dalam kegelapan malam, saat manusia lelap dalam tidurnya. Mereka bermunajah kepada Allâh dalam sujud mereka, air mata mereka berderai, nur menyelubungi mereka, hijab tersingkap dan tampaklah keelokan mereka.

سِيْمَا هُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ أَثَرِالسُّجُوْدِ

Pada muka mereka tampak tanda-tanda dari bekas sujud. (Al-Fath 48:29)

اُوْلئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman, mereka memperoleh beberapa derajat yang tinggi di sisi Tuhan mereka, juga ampunan dan rezeki yang murah. (Al-Anfâl 8:4)
Majelis Ar-Raudhah Pusat (Habib Novel bin Muhammad Alaydrus)
:mega: Telegram Channel :
Telegram.me/majelisarraudhah
Untuk Bertanya dan Berkomentar silahkan PM atau Japri ke @habibnoval

Comment here