habib taufiq assegaf - hikmah menahan marah
habib taufiq assegaf – hikmah menahan marah

Ya Rasulullah.. Wasiati aku..!
Rasulullah menjawab “jangan marah”
Saat permintaan itu di ulang-ulang beberapa kali maka jawaban Rasulullah tetap sama “jangan marah”.
Sahabat itu berkata : “Lalu aku berpikir saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyampaikan perkataannya.”Maka aku mengerti Marah dapat mengumpulkan semua kejelekan.

أخرجه البُخاري

Dari Wahb bin Munabbih..

Seorang pendeta sedang berada di gerejanya, maka syetan datang untuk menyesatkannya tapi ternyata dia tidak bisa, kemudian dia datang dan memanggil pendeta itu, Syetan berkata : Bukalah!! tapi pendeta itu tidak menjawabnya. kemudian dia berkata lagi : Bukalah! karna jika aku pergi maka kau akan menyesal. Lagi-Lagi sang pendeta tidak menoleh padanya.

Maka kemudian syetan berkata : Aku adalah Isa Al-Masih. Pedeta berkata : Jika kau Al-Masih apa juga yang akan aku lakukan denganmu..? Bukankah kau telah memerintahkan kami untuk beribadah, Ijtihad dan kau menjanjikan kiamat. Jika kau datang pada kami dengan membawa yang lain maka kami tidak akan menerimanya.
( akhirnya ) Syetan berkata : Aku datang padamu untuk menyesatkanmu tapi aku tidak bisa, maka aku datang padamu agar kau menanyakan sesuatu apapun yang kau inginkan, aku akan memberi tahu-mu. Kemudian syetan berkata : Apa yang akan kau tanyakan padaku ? Kemudian dia berpaling. Pendeta berkata : Apakah kau mendengar aku? Ya. Jawab syetan. Beri tahu aku akhlak anak Adam apa yang membantumu bisa mengalahkan mereka ?Syetan bekata : KEMARAHAN. Saat seseorang marah maka aku bisa membolak-balikannya sebagaimana anak kecil membolak-balikkan bola. ( الإحياء 3/164 )

Dikatakan pada Ibnul Mubarok ..
Rangkumkanlah untuk kami akhlak-akhlak yang baik dalam satu kalimat..! Beliau berkata ” Meninggalkan MARAH”.

Yang lain bekata: Bijaksana bukan pada saat sabar tapi bijaksana itu akan dinilai saat marah.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ،
( ليس الشديد بالصرعة ، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب ) رواه أحمد

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Yang kuat bukan yang menang bergulat, yang kuat tidak lain adalah yang dapat menguasai nafsunya saat marah. (HR. MUSLIM )

Marah yang berlebih tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang lain. Efek marah bahkan bisa langsung berdampak pada tubuh kita sendiri baik dampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketika kita kehilangan kontrol karena marah yang berlebih, tubuh kita adalah yang pertama merasakan akibatnya. Emosi yang melonjak tinggi akan memengaruhi tubuh yang menjadikan tekanan darah meningkat, pernapasan semakin cepat, suhu tubuh meningkat sehingga mudah berkeringat. Dalam kondisi ini, tubuh jadi mudah lelah karena perlu diketahui bahwa saat marah kita membutuhkan banyak energi.

Dampak lain dari marah adalah kesulitan tidur (umumnya disebabkan oleh pikiran-pikiran negatif) dan depresi. Kemudian menyebabkan kita tidak bisa berpikir secara rasional lagi (yang menyebabkan sering terjadi tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak perlu).

Adapun dampaknya pada lingkungan adalah, orang yang pemarah atau yang cenderung tidak bisa mengontrol emosi, seringkali merugikan orang lain maupun lingkungan disekitarnya. Oleh karena tidak bisa mengontrol marah, maka bisa melakukan tindakan yang merugikan seperti merusak benda-benda di sekitarnya bahkan menyakiti atau melukai orang terdekat.

Hal ini menyebabkan seorang yang pemarah tidak akan disukai dan justru dijauhi karena sifatnya yang kasar tersebut.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥 Facebook Page :
Fb.com/HabibMuhammadBinHuseinBinAnisAlHabsyi
📣 Telegram Channel :N
Telegram.me/tausiyahsalaf
Telegram.me/UstMuhammad110

Comment here