kafirkan-sesama-islam
Yang Begitu Itu Kafir !!! – Bismillahirrahmanirrahim.. kejadian beberapa tahun silam..
Bil makna, sebuah hadits Rasulullah saw menyampaikan yang membedakan seorang muslim dengan non muslim adalah solatnya. Nah, pada satu kajian cukup ekstrim yg sy denger di radio kota Solo. Si ustadz dengan semangatnya membalikkan pengertian hadits tersebut :: “Jadi, jika ada seorang muslim tidak sholat, maka ia adalah seorang kafir”. Naudzubillah… Serem pernyataan si ustadz.

Dalam hadits yang lain Rasulullah saw menyampaikan jika seorang muslim menuduh muslim lain nya kafir, maka tuduhan tersebut akan tertuju kepada salah satunya. Artinya jika tidak tertuju kepada si tertuduh maka akan kembali kepada yang menuduh.
( baca juga : Kultum : Orang Yang Bangkrut Di Akhirat Dan Hukum Mengkafirkan Menuduh Syirik Orang Lain )
Begitu ada kesempatan bertanya dengan ustad Novel Muhammad Alaydrus tentang kajian diatas, beliau menyampaikan sebagai berikut :
Ringkesan jawaban ::

“Sebaiknya hati hati dengan kajian yang menuduhkan kafir seseorang, dalam hadits diatas tidak bisa pengertiannya dibalik seperti itu. Ada pengertian yang lebih dalam jika ingin membalikkan hadits tersebut.
Seseorang jika tahu solat itu wajib tapi ia mengingkari dan tidak menjalankannya maka ia disebutkan sebagai orang yang kufur. Kufur terhadap kewajiban Allah berarti tidak taat. Kufur berarti juga kafir. Namuuunn nanti dulu, sebelum menghakimi pada tingkatan kafir maka jika muslim itu tahu jika solat itu wajib namun berat sekali untuk menjalankannya (malas) maka ia disebut fasik”.

Firman Allah ta’ala yang artinya,
“Dan adapun orang-orang yang fasik maka tempat mereka adalah jahannam” (QS Sajdah [32]:20)

Kemudian Ust. Novel menambahkan.. “Hukuman orang fasik adalah di neraka Jahanam, kalo menjadi fasik saja sudah menakutkan apalagi menjadi orang yang kufur. Maka bagaimana kita menyikapi kelalaian kita akan sholat ini ??”

Ust. Novel memberikan solusi, “Kita ikuti doa doa para rasul para nabi”.

Doa Nabi Adam :
“Robbana dzolamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin”
Artinya :
“Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.”
Doa Nabi Yunus
“Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin” (QS: Al Anbiya ayat 87)
Artinya :
“Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku orang yang dholim”
Doa Nabi Musa
“Robbi inni dholamtu nafsi fagh firlhi” (QS : Al Qhosos ayat 16)
Artinya :
“Ya Allah sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah aku”

Apa arti doa doa para Nabi diatas? Jika para Nabi saja melihat dan mengakui bahwa mereka telah men-zdalimi diri sendiri, maka bagaimana dengan kita yang bergelimang dosa setiap harinya? Astaghfirullah hal adzim.
Dari diskusi diatas, saya melihat haruslah sangat berhati hati dalam urusan menuduh kafir. Bahkan mengapa harus menuduh orang lain kafir yang mana adalah urusan hati masing masing. Perbuatan perbuatan penyebab kekafiran / kekufuran adalah perihal yang kita pelajari  bagi diri sendiri agar selalu berhati hati dalam setiap hal yang menjerumuskan kita kepada ke-kufur-an.
Tentang kajian yang saya dengarkan di radio, dalam pemikiran saya alangkah baiknya jika pengetahuan tentang perihal tidak solat tersebut kita gunakan sebagai pelajaran bagi kita untuk menghindarkan diri kita dan jamaah dari sifat2 kufur tersebut dan jangan pengetahuan tersebut malah digunakan untuk menghakimi orang lain, lebih sebagai mawas diri.

~:Sayangnya Rasulullah saw Kepada Umatnya:~

Tahukah Anda bagaimana sayangnya baginda Rasulullah Muhammad saw kepada kita?
Tahukan Anda siapa yang disebut sebut oleh Rasulullah saw ketika menahan sakit sakratul maut? “Ummatii,, ummatiii,, ummattiiii”
Tahukah Anda tentang hadits “Syafa’atku kelak bagi pelaku dosa besar dari kalangan umatku”
Tahukah Anda bagaimana cinta Rasulullah ditengah perang uhud berkecamuk ?
Tahukah Anda kisah Rasulullah saw ketika dilempari batu di Thaif?

Jika sedikit saja kita mengerti bagaimana Rasulullah Muhammad saw begitu mencintai kita umatnya, maka tidak akan sekalipun Anda tega menuduh kafir kepada saudara sesama muslim. Rasulullah diutus untuk mentauhhidkan Allah, bukan untuk menjerumuskan manusia kepada kekufuran dan adzab Allah.

Maka umat siapa kita jika tidak mengikuti tuannya dan malah menyelisihi sayyidnya dengan mudah menuduh KAFIR ?

Wallahu a’lam bishawab..
Semoga Allah selalu bimbing langkah kita hidup di dunia. aaamiiinn.

Comment here