Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji hanya bagi Allah.

Maqmun ( kanan ) bersama Abuya Kh. Muhyiddin Abdul Qodir ( kiri)
Maqmun ( kanan ) bersama Abuya Kh. Muhyiddin Abdul Qodir ( kiri)

Dear pals. Berasa ajeb judul postingan saye kali ini. Mengingat cerita wali kusut Khavis Maqmun yg bercerita ttg pertemuan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus dgn habib Abdurrahman Aljufri di pemalang.
Khavis Maqmun cerita, Habib Novel mengatakan jika Habib Abdurrahman Aljufri adalah orang yg alim. Banyak referensi kisah kisah para aulia, orang alim soleh jaman dahulu yang beliau sampaikan ketika diskusi.
Sooo what ??
Alim, dalam makna sederhana adalah orang yang memiliki ilmu mendalam tentang agama.
Begini gampangnya maksud poin saya. Habib Novel menyebut Habib Abdurrahman Aljufri adalah seorang yg alim karena si habib banyak bercerita ttg kisah para aulia. Maksud tersirat dari Habib novel tersebut adalah Habib Abdurrahman Aljufri menjadi alim karena mengambil banyak hikmah dan pelajaran dari para alim ulama pendahulu.
Ada 2 poin utama yaitu, kisah ulama dan alim.
Begini poin terminologi perumpamaannya:
Cerita Sales.
the-best-sales-people
Dalam satu grup sales ada sales dengan penjualan over target, jualannya paling banyak / laris, begitu pula ada sales dgn penjualan below target, penjualan rendah. Menurut cerita para menejer, sebelum mengatakan si sales ber penjualan rendah tidak achieve maka ada kewajiban coaching / pelatihan kepada sales. Salah satu strateginya adalah dengan mendampingkan sales berpenjualan rendah dengan sales berpenjualan tinggi. Maka kemudian akan dievaluasi hasilnya dalam satu atau dua bulan adakah peningkatan dari sales berpenjualan rendah? Dan menejer menyampaikan rata rata ada peningkatan.
Jika ada hikmah yang dapat diambil dari kejadian diatas yaitu, tempel terus orang yang ber-performa baik kemudian ikuti tata caranya maka dengan cepatnya anda akan serupa dengan orang yg anda ikuti ( dlm makna performa ). Paham maksud sederhana saya??

Jika anda ingin alim.. maka tempel atau pelajari bagaimana cara alim ulama mencapai derajat ke-alim-annya. InsyaAllah anda bisa mengikuti langkah jejak beliau untuk mendekat kepada Allah.

Terminologi yg kedua: Hikmah naik gunung.
Tips-Mendaki-Gunung
Setiap pendaki gunung pemula akan lebih aman nyaman dan mudah ketika saat mendaki mengikuti orang yang sudah berpengalaman mendaki dan tahu betul seluk beluk gunung dan hutan tersebut. Jalur pendakiannya akan ditunjukkan oleh pendaki senior dan pendaki pemula hanya tinggal mengikuti arahan instruksi dari pendaki senior.
Walopun tetap effort tenaga energinya masing masing, tapi kemungkinan pendaki pemula tersesat lebih kecil. Beda jika pendaki pemula tidak bersama pendaki senior, wallahu a’lam apakah masi bisa hidup atau nda nanti selama perjalanan pendakian.
Apakah sobat bisa mengikuti pemikiran saya?

Ibarat kata, Islam adalah gunung dengan segala keluasan hutan rimbanya sedangkan anda hanya dibekali peta dan kompas (Al Quran dan Sunah) apakah bisa semudah itu mencapai puncak tanpa pemandu? Menggapai makrifat atau paling tidak menjadi alim tanpa seorang guru? bisa bisa malah mungkin akan melenceng dan tersesat. Hanya sekedar naik gunung saja kita dimudahkan dengan adanya pemandu apalagi kita sedang memanjat maqom dan tingkatan ilmu dalam agama untuk mencapai ridho Allah.

Wallahu a’lam bissawab. Ini posting adalah muhasabah diri dan mawas diri saya pribadi dalam mencari ilmu dan keridhaan Allah. Bertawasul kepada pemandu / para guru dengan terminologi yang telah diungkapakan diatas. Semoga bermanfaat, dan Allah berikan ridhaNya kepada kita semua karena::

“Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari)

Comment here