بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِي

Muhasabah dakwah kali ini lebih ditujukan untuk ogut pribadi biar inget tata cara yang utama ketika sharing pemikiran, sharing pemahaman pas diskusi apalagi diskusi menyangkut urusan agama. Beginiiii muhasabahnya.
Ketika kita sedang asik diskusi sampai mungkin eyel eyelan dan juga gontok2an, adu pendapat sampai pada satu titik atau perasaan merasa paling bener maka pada saat itu langsung cek dalam hati kita, adakah rasa penghakiman kepada lawan bicara kita. Apa maksudnya ?
discussion
Pada saat diskusi seru itu isi pemikiran kita bisa jadi sama namun sering kali bisa jadi kontra, atau tidak sesuai. Bnul ndaa? nah karena pemikiran ataupun pemahaman yang tidak sesuai tersebut maka biasanya kalo saya pribadi akan mudah menghakimi lawan bicara kita bahwa pemikiran atau pemahamannya dia adalah salah.
Naaahhh pas mikir lawan bicara kita pemahamannya salah maka langsung introspeksi, apakah ada rasa pemikiran ato pemahaman jika kita lebih benar daripada pemahaman pemikiran dia. Atooo lebih lebih lagi malah bisa jadi kita mikir yang paling bener itu adalah yang saya pahami !!!

~ :: ~

menuduh-bidahIni muhasabah saya, kalo pemikiran kita masih sekedar berpikiran : “Oh pemikiran pemahaman dia berbeda dengan saya, menurut saya nda baik pemikiran yang begitu, saya nda mau ngikuti pemikiran dia”. Ini prinsip pemahaman. Jika pemikirannya cukup sampai disini, menurut saya masih tidak apa apa. Karena kita berpikiran preventif menjaga diri.
Naaaamuuunn pada saat abu abu seperti diatas sering kali otak ini kemudian berpikiran dia salah dan saya paling benar. Tidak lagi preventif menjaga diri, namun kemudian pemikiran kita kebablasan menghakimi dan menilai dia salah tidak benar dosa dan seterusnya. Pada akhirnya pemikiran akan bablas merasa “saya lebih baik daripada dia”. “Pemikiran saya yang paling benar dan dia salah”.benerr ndaa sering begitu ? Saya si iya,, nda tau kalo bang Anang yaa.. :v
Kondisi pemikiran pemahamana “saya paling benar dan orang lain salah” sampai pada ayat dibawah :::

 وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS: Al-Baqarah Ayat: 34)

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS: Al-A’raf Ayat: 12)

Apakah dikau tau maksud ane kumendan?? Kenapa ujug2 nyambung sampai di perintah Iblis sujud kepada nabi Adam as ??

Sikap dan sifat takabur Iblis inilah yang menggelincirkan iblis dari makhluk yang tadinya sholeh kepada Allah dimuliakan Allah menjadi makhluk golongan orang kafir. Ngeri yaa,, naudzubillah min dzalik.

Rasa berbangga diri dan merasa lebih baik ini adalah kesombongan awal yang membuat iblis kepleset. Sebelum kita terlanjur kepleset mari selalu koreksi hati kita ketika menyampaikan hal hal yang menurut kita baik cukup niat sampaikan tanpa ada rasa penghakiman kepada lawan bicara kita.

Untuk melandasi semangat diskusi ataupun dakwah agar tidak judgment simak ini :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٨:٥٦

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]

Okee got it ?? Mari lanjutkan dakwah tanpa menghakimi..
Kalo saya bilang :: wis apik po ogg wani ngarani !! – “Apakah kita sudah jadi orang baik berani menilai orang lain”
mirror-200414
Astaghfirullah hal ‘azim,,, wallahualam bisawab,,
Allahumma salli ala sayyidina muhammad
*foto berbagai sumber google..

Comment here