بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِي

Iniih,, iniiih niiihh,, ogut mo nambah rame pasar mo ikut nyumbang ‘hemat kami’,, woles yaa beroh.. postingan ini menurut ogut doang tentang sebuah sebuah hadits yg ogut gagal paham memahaminya.
woles
Inii niih haditsnya :

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan (baru) karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud dan Shohih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)

Pengertian bidah adalah perihal yang tidak ada tuntunan atau contoh dari baginda sayyidina Muhammad saw.. gicu kan yaaa.. Pada hadits diatas dituliskan dengan jelas perkara yang diada-adakan / baru adalah bidah dan setiap bidah adalah sesat.
Well,, pertanyaan sederhana ane ndan.. Mushaf Al Quran tidak ada pada jaman rasulullah saw, kitab hadits tidak ada pada jaman rasulullah saw, khutbah jumat dalam bahasa indonesia tidak ada pada jaman rasulullah saw, sai melayang di lantai satu, dua, dan tiga tidak ada pada jaman rasulullah saw, thawaf di lantai ring, di lantai satu dua tiga masjidil haram tidak ada pada jaman rasulullah, lempar jumrah ituuu yang dilempar jadi tembok gede banget gituuuu. Jadiiiiii,,, omg bakal masuk neraka kita semua ini.
Berikutnyaaaaa,, Setiap bidah ( tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw dan sahabat ) adalah sesat,,

  1. hmm.. dulu haji naik onta, berikutnya naik kapal, sekarang naik pesawat.

    Quran Surat Al Hajj ayat 27 :

    وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

    Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

    Qurannya nyebut haji pake unta ndan,, la kita pake pesawat sekarang ni,,, nyalahi quran ini sayaa.. aaaaakkkk. Pasti saya yang salah ini,, mosok Quran yang salah,, kalo Quran sebagai kitab panduan salah pasti agamanya juga salah.. aaaaakkkkk,, ini sudah otak saya yang error ini ndan!!! gaswat ndan!!! help me ndaan !!

  2. lanjuttt,,, duluuuu jaman rasulullah saw,, motor, mobil, biss nda ada,, aaakkkkk naik semua kendaraan itu jadi saya telah berbuat bidah bener ini ndan.. aaaaaaakkkkk
    // dull bidah itu cuma di masalah agama doang, yang masalah hidup keseharian macam motor mobil itu nda bidaaah.
    //aaakk,, jaman rasulullah saw tidak Beliau saw tidak pernah membedakan bidah agama dan dunia ndan!! tapi kalimat pada hadits diatas itu looo saklek semua bidah sesat dan masuk neraka ndan.. kullu,, semuaaaaaaaa..
  3. dan seterusnya suka suka ente aje…

Jadi ndan,, apa maksud semua bidah adalah sesat ndan ?? Kalo semua bidah diatas sesat,, kenapa masih kita lakukan ndan.. ahhh nda konsisten bener ini saya paham makna hadits nyaa !!!
Bidah yang bijimane jadinya yang sesat ini ndan.. apa semuaaaa bidah ini sesat ndaaaannn… Kalooo bener bener kullu itu adalah semuaa ndan,, baiknya usul saya kita balik ke jaman prehistoric saja.. karena listrik nda ada,, hp nda ada, wordpress nda ada, facebook nda ada,, twitter juga. Paling nda ngurang2i sebab masuk neraka ndan,,, aaakkkk…
And please dech,, menurut hemat saya jangan bedakan bidah tentang dunia dan bidah tentang agama ndan,, karena membedakan bidah dunia akhirat tidak juga diajarkan rasulullah saw. *menurut hemat saya wkwkw..
tengok foto dibawah ya ::

Percetakan Quran di Madinah
Percetakan Quran di Madinah

Quran Cetakan Madinah Asli
Quran Cetakan Madinah Asli

 
Quran di setiap penjuru Masjid Nabawi
Quran di setiap penjuru Masjid Nabawi

Thawaf di Ring Lantai
Thawaf di Ring Lantai

Jamarah yang dibangun ulang diperlebar ditinggikan
Jamarah yang dibangun ulang diperlebar ditinggikan

Foto diatas adalah negara arab ndan, kota Madinah dan Mekah. Foto diatas menunjukkan nda konsistennya hadits semua bidah adalah sesat, karena foto diatas menunjukkan hal bidah ndan.. aaakkk.. kalo negara nomor wahid saja sudah nda konsisten apa kudu diikuti ndan..
Jadiii kesimpulannya :: kalo saya pikirkan,, pengertian saya tentang hadits kullu bid’atin dholalah adalah pelecehan terhadap Islam ndan!!! Karena saya gagal memahami hadit diatas terutama kata kullu (SEMUA) karena ternyata semua bidah masih dilanggar juga.
Mohon maaafff :: Kalo kumendan nda setuju dengan pemikiran saya,, makaaaa sebenernya sama dengan sayaaa,, saya juga nda setuju dengan pemikiran saya diatas. Serius!!
Kalo kumendan nda terima dengan pemikiran saya diatas yang mengatakan kalo kumendan adalah pelaku bidah juga,, maka plis deh ayok diakui,, kullu bid’atin dholalah, semua bidah adalah sesat,, pengertian semua sudah luntur dan nda semua tanpa kecuali. Kesimpulan sayaaaa :: Semua tidak lagi semua. Semua tanpa kecuali. Skak,, mau nda mau harus diakui ndan,, ato kalo nda kita termasuk orang ndan konsisten dengan arti saklek kullu (semua)… haaaa..
Begitu sederhana super oon dan simplenya pemikiran saya ini.. mohon maaf yaa.. mari kita selalu menggali mengaji dan mengkaji ilmu dari ahlinya tanpa fanatik, selalu membuka hati dan pemikiran kepada pemikiran para ulama. Karena ulama adalah pewaris nabi saw, apa yang diwariskan yaitu ilmu memahami agama.
*saya lagi sotoy.. mohon maaf..  barakallah fii umrik,,
wassalamualaikum ww.
allahumma salli ala sayyidina muhammad

  1. Perkaraa yg dimaksud di hadits itu adalah berkaitan ibadah yg bersifat ritual
    Danboleh para alim ulama berdasarkan hadits dan quran sudah ada rukun, wajib, sunnah dll nya
    Jadi anda salah kalau mengatakan berangkat haji menurut quran harus naik unta atau jalan kaki
    Karena itu tidak termasuk rukun haji
    Kecuali jika anda merasa ilmu tafsir anda lebih dari para ulama yg merumuskan rukun haji
    Semua bid ah memang sesat, tetapi omongan rasul pada hadits itu adalah mengenai perkara perkara agama, bukan teknologi dll
    Karena teknologi jaman skrg beda dengan jaman dulu contohnya hanya berupa analogi
    Rasul mencontohkan naik onta, kita naik motor/mobil/dll
    Alquran di tulis di pelepah
    Sekarang di tulis di kertas/format digital
    Sedangkan kesesatan yg amat besar bagi yg merubah rubah ritual ibadah muslim
    Rasul benci dengan orang sirik
    Fulan malah ke makam ziarah minta bantuian sama pemilik makam
    Rasul menghendaki takziah selesai ketika mayit dikubur agar keluarga si fulan yg terkena musibah bisa istirahat
    Skrg malah rumah fulan jadi ajang tahlilan tujuh hari tujuh malem udah fulannya capek, sedih, musti nyedian konsumsi plus jadi gabisa istirahat
    Okey sekian komen ane

    • oke komen diterima.. memang sudut pandangnya beda ogg..
      Membalikkan sudut pandang Anda :: “Semua bid ah memang sesat, tetapi hadits Rasul saw adalah mengenai perkara perkara agama, bukan teknologi dll” <= skaaak maattt,,
      Semua bi'dah tidak lagi berarti “SEMUA” tanpa kecuali. Karena Anda sendiri menggugurkan arti semua dengan menyetujui adanya teknologi yang juga merupakan sebuah bidah. Dan amaliah agama dengan bantuan teknologi yang tidak ada pada jaman Rasul saw sesungguhnya adalah bidah.
      Apakah ada dalil Rasul saw menjelaskan ada bidah amaliah agama tidak boleh dan bidah teknologi boleh ?
      Weell, saya hanya mengungkapkan satu kata “SEMUA” sudah gugur dan tidak lagi menjadi “SEMUA” tanpa kecuali. Karena sepengetahuan saya Rasul saw tidak membedakan bidah agama dan bidah dunia.
      Maka menurut hemat saya, dengan sabda baginda “Semua Bidah itu Sesat” kemudian saya menterjemahkannya menjadi bidah amaliah agama tidak boleh dan bidah dunia tidak boleh adalah perbuatan bidah… karena rasul tidak membagi bidah agama dan bidah dunia.
      *aaahhhhhhh…maaf sayanya yg katrok belom lulus belajar mendalami agama.

    • reply comment yg ini ::
      “Fulan malah ke makam ziarah minta bantuian sama pemilik makam”
      minta bantuan sama pemilik makam boleh laaah,, *pemilik makam yg dimaksud juru kunci makam kaaannn ?? 😀
      Kalo ada yg minta kepada si jenazah nya siii sy juga kurang setuju.. tapi kalo mintanya sama Allah di depan jenazah muslim yang mulia wallahu a’lam. Allah yang maha melihat niat, jika kita yang melihat manusia hei doa di makam nda boleh, emangnya bisa tau ya orang itu sedang minta kepada Allah ato kepada batu nisan.. Ketika sudah menghakimi orang lain begitu bukankah kita sudah kena hukum agama yang lain yaitu suudzon terhadap muslim mencap dia sebagai penyembah kubur alias kafir.. hffff…
      https://fadlilsangaji.wordpress.com/2014/02/18/kultum-orang-yang-bangkrut-di-akhirat-dan-hukum-mengkafirkan-menuduh-syirik-orang-lain/
      Rasul menghendaki takziah selesai ketika mayit dikubur agar keluarga si fulan yg terkena musibah bisa istirahat
      Skrg malah rumah fulan jadi ajang tahlilan tujuh hari tujuh malem udah fulannya capek, sedih, musti nyedian konsumsi plus jadi gabisa istirahat”
      apakah majelis dzikirnya yang tidak ada tuntunannya ataukah budaya wajib tahlilannya yg tidak ada tuntunannya.
      sama juga analogi, kalo ada motor yang ban nya penyok jadi jalannya gronjal2 apakah jalannya yang harus diperbaiki.. hzzzztt..
      wallahu a’lam bissawab, semoga beda pandangan ini tidak membuat hati kita menjadi sombong merasa paling benar. aaaamiiinn…
      https://fadlilsangaji.wordpress.com/2014/09/28/ridho-mu-duhai-allah-yang-kami-cari/

  2. Ana suka tulisan ente. Ana sependapat soal bidah, tapi jgn melenceng kejauhan, jd salah kaprah. yang dimaksud Bidah mrk adalah pengerjaan yang bs dilakukan dijaman Rasul tapi tadak dikerjakan sm Beliau. Cntoh..Pswt kan gak ade jmn itu kalo ade mgkin boleh. Jgn kejauhan kan yang penting rukun haji… maaf kritakan ana bkn maksud menjatuhkan cmn brusaha meluruskan. Mgkin ana yang salah tapi ini buat kite jg. Nah satu lg nih Cik… tertulis mreka melakukan bidah… lalu apakah kita Tidak….? Nah sm aja dgn kata2… mereka melakukan Bidah… kita jg gak mau kalahlah..

    • Syukron Pa Cik sudah posting comment di postingan saya.
      Tujuan dari postingan saya diatas hanya satu pa cik,, menjatuhkan pemahaman kalimat “semua” tidak lagi “semua tanpa kecuali”.
      Karena Imam aswaja sepakat bidah masih terbagi bagi, tidak semata mata kullu ( semua ) bidah adalah sesat sebagaimana text persis terjemahan pada hadits Rasulullah saw.
      syukron pa ci,, senang antum hadir di blog saya..

Comment here