Bismillahirrahmanirrahim.
Sepulang Jumatan kemaren, di depan sebuah mejid di kawasan Tebet Jakarta, ada ibu2 pengemis yang menodongkan gelas tempat naruh uang sedekah sambil komat kamit. Saya melewati si ibu dengan sedikit melirik apa yang sedang di komat kamitkan Ibu itu kira2.
grandma
Well,, asumsi saya si ibu sedang berdzikir minta rizki kepada Allah. Hati pun tergerak untuk menyampaikan permintaan si Ibu tersebut. Selembar uang yang memang tidak banyak nilainya itu saya ulurkan kepada si ibu, sambil berucap :: “Saya minta doa nya ya buk”.
Si ibu dengan senang dan ridho berucap “alhamdulillaaahh,,,,” dari hati terdalam dan kuat sekali saya dengar makna kalimat syukur itu terucap. Dengan sedikit apa yang saya sampaikan itu si ibu tersenyum sambil mendoakan saya.. Dan tiba tiba,,, jleeebb.. Sesuatu menusuk saya dengan sangat kuat. Apa itu??
Jleeb, kata2 syukur yang terucap dari si Ibu, “Alhamdulillaaah” terngiang ngiang dalam hati. Kalimat syukur alhamdulillah, yang berarti “Segala puji hanya bagi Allah”. Si ibu menonjok saya dengan kalimat tersebut. Sepanjang perjalanan kembali ke kantor, saya ulang arti alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.
Meaning to say, apa makna yang muncul dari kalimat tersebut adalah, segala pujian hanya berhak ditujukan kepada Allah. Tidak kepada saya tidak juga kepada kamu. Ketika saya memberikan sebagian dari rizki saya kepada ibu itu, si ibu seperti berkata: “Mas, ini rizki dari memang benar dari kamu yang memberikan. Tapi sebenarnya, rizki mu itu yang memberi dari Allah.” Karena segala pujian hanya berhak ditujukan kepada Allah.
Sekaya apapun, se ganteng apapun, se baik apapun, se super apapun hidup mu di dunia. Tidak akan pernah kamu layak mendapatkan pujian. Karena pujian hanya berhak ditujukan kepada Allah semata. Jadi, kesombongan apa yang kamu miliki jika kamu tidak berhak atas semua pujian itu?
Well, massss.. walaupun saya mencari rizki dengan meminta. Tapi segala pujian hanya kepada Allah. Setelah mas berikan sedikit dari rizki mas ini. Saya bersyukur sekali kepada Allah, bahwa Allah masih menjamin rizki saya melalui mas.
Kira kira gitulah yang disampaikan si ibu tersebut hanya melalui ucapan Alhamdulillah. Segala pujian hanya kepada Allah semata. Segala pujian yang berhak hanya ditujukan kepada Allah semata, bukan pujian kepada sesama makhluk. aaahhhh,, ajeeb ogg si ibu maah..
Alhamdulillahi rabbil alamin…
“Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Al-Hadid 7).
“Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. sae mas, lagi…

Comment here