Bismillahirrahmanirrahim. Duhai Fadlil, panjang bener judulnyee,,
imamah2Huum akibat sesiangan ngobrol via fb ama kang Adam-blogfamz, dengan tema “pandangan ibnu Muhammad saw”, alias pandangan tentang ahlul bait (keluarga) Rasulullah saw dengan bintang utama adalah beliau manusia bergelar “Habib”. Tema pada postingan berikut menurut ane sedikit banyak akan menyudutkan mereka pecinta Habib.
Sebenernya point of view kang Adam adalah baik dan mengingatkan kepada kita makhluk katrok ini agar tidak segera “bermata hijau” dengan sosok manusia bergelar Habib. Postingan kang Adam dua taon silam itu setipis benang, jika kita pandang negatif maka kita akan nyinyir mencaci atau memaki pemikiran penulisnya. Bahkan kalo bisa ketemu penulisnya mungkin bisa dilempar bakwan,, *jangan lupa sama cabenya..
Tapi kalo kita mengerti apa yang ingin disampaikan maka kita akan manggut manggut dengan beberapa atau banyak berkomentar atas kata2 yang tidak kita pahami dalam postingan tersebut. Naaahh,, alhamdulillah aye sudah cukup paham dengan maksud postingan beliau,, Sejalan lah pemikirannya saya namun dengan beberapa ketetapan pada pemikiran saya sendiri …

~ :: ~

Soooo saya mo bahas satu hal yang paling kacau dari semua ini, yaitu sebuah pemikiran yg ditunggangi oleh musuh manusia yang tak kasat mata. Pemikiran yang mungkin sama dengan apa yang membuat iblis dulu kala dilaknat oleh Allah. Yaitu pemikiran dimana merasa “saya adalah yang paling bener sedunia” sedangkan ente kurang benar atau bisa jadi ente adalah orang yang salah bahkan bisa jadi menganggap ente sesat, bahkan lebih kacau lagi ente orang musyrik (naudzubillah). Kacau sungguh!!! Berikut dibahas bahaya menuduhkan orang menjadi kafir musyrik. Saya pribadi tengok kapasitas laah,, ilmu masih cetek ko hobi menyesatkan orang lain. Jangan2 malah saya yang sesattt.. hiirrrr… naudzubillah.

Pemikiran merasa “paling benar” sadar ato tidak sadar memiliki potensi kesombongan dan keangkuhan dalam hati kita. Dan kita paham Iblis dilaknat adalah karena sifat sombong. Sadarkah sombong memiliki efek yang sangat berat jika kita tidak berhati hati dan tidak kita kendalikan.

cartoon_devil
 

~::~

 
Adalah saya atau mereka yang kemudian setuju dengan postingan kang Adam sambil menyudutkan mereka pecinta Habib adalah salah nda bener atau kurang baik karena amalan nomor second-nya macam solawatan dll trus amalan bidah markonah lainnya,, namun terkadang malah lupa mengajarkan amalan utama and wajibnya.
Adalah saya atau banyak dari kita kemudian setuju dengan postingan kang Adam kemudian menyudutkan mereka pecinta abdul Wahab sebagai aliran / golongan yang salah atau sesat karena tidak pahamnya tentang bidah khasanah dan menyalahkan ahlul bidah.
Atau kah saya atau banyak yang lain tidak paham dengan postingan kang Adam kemudian ingin melempar singkong kepada kang Adam karena merasa di tonjok2in abis ama kang Adam dengan postingannya…
Well.. untuk mengkaji semua sikon tersebut, menurut saya yang kita perlukan adalah pemikiran yang terbuka untuk menerima pemahaman dari berbagai sudut pandang, tidak taklid buta (ngefans gilak sampe telan mentah kata2 orang yg dikagumi).
Berbagai pandangan pemikiran dan pemahaman tersebut kemudian diolah pribadi kemudian kita tarik hikmahnya. Apakah kemudian keputusan kita akan cenderung kepada salah satu pemikiran tertentu, maka bagi saya silahkan saja. Yang kemudian saya tidak setuju adalah ketika kita sudah cenderung mendekat kepada salah satu pemikiran, kemudian akan menyalahkan pemikiran yang tidak sesuai dengan pemahaman kita.
Well,, sob!! Padahal dalam urusan akhirat surga-neraka, melihat menimbang kemudian memutuskan semua itu adalah hak Allah semata. Jadi untuk apa kita gontok2an merasa jagoan paling bener sedangkan posisi atau kedudukan akhirat kita sendiri tidak mengetahui dimanakah letaknya disisi Allah. Apakah tidak lebih baik kita berdoa memohon ampun untuk diri sendiri kemudian mendoakan seluruh muslim di dunia agar menjadi umat sayyidina Muhammad saw. Apapun itu bentuk dan pemahamannya tanpa memaksakan pemikiran ataupun pemahaman kita.Multiple-doors
Istilah saya,, ketuklah seluruh pintu keridhaan Allah dengan cara apapun yang Anda tau tanpa perlu berkomentar sinis jika ada orang lain mengetuk pintu berbeda dengan kita. Karena hanya Allah yang berhak membuka pintu tersebut, bukan sesama kita pengetuk pintu. Semoga Allah membuka pintu tersebut sehingga keridhaan Allah kita dapatkan. Tolong saya diciprati kalau ente sudah dibukain pintunya yaa..
Pintu yang saya maksud itu pintu pintu ibadah mahdah dan ghoiru mahdah. Macam contohnya solat wajib, baca quran, puasa, zakat, infak, sedekah, dzikir, solawatan, majelis ilmu, birrul walidain / taat patuh kepada ortu, haji, bahkan sampai senyum salam sapa. Banyaaak kali kaan ndan pintunya ridha Allah itu, sangat memungkinkan dari habluminallah ataupun habluminannas. Terserah hanya kepada Allah.

~::~

Sakit-1Dalam pemikiran saya saat ini, jika ente berbuat begitu dan begini untuk mengharapkan ridha Allah saya nda akan komentar tentang pahalanya ada atau tidak. Karena hanya Allah yang berhak menilainya. Saya nilai pun nda ngefek. Tapi apakah kemudian saya akan mengikuti perbuatan yang begitu dan begini tanpa tau sebab musababnya,, naah itu terserah saya. Ente mo komentar begitu begini pun Allah yang akan menilai saya, Allah yang memberi saya pahala,, mending kalo ente komentar trus ngasi krupuk.. ngasinya sakit ati doang..
Contoh begini dah :: Apakah jika saya berkomentar orang2 kumpul solawatan atau dhaurah (seminar ilmu agama) trus makan nasi kebuli itu mendapat pahala disisi Allah? Siapa yang tau? ente tau ? kalo tau tolong sebutkan berapa ukuran pahalanya.
Apakah kemudian jika kita solat wajib tepat waktu dan jamaah plus sunnah dhuha plus tahajud tiap malam itu dapat pahala? please tolong sebutkan berapa ukuran pahala untuk setiap ibadah yang kita lakukan itu. Please bingits tolong disebutkan ente masuk surga meniti shiratal mustaqimnya cepet atau lambat ? Please bingits tolong sampaikan pada saya siapa saja nanti yang masuk kedalam neraka? ente tau ? kasih tau saya jika ente tau.
Jika nda tau jawaban atas pertanyaan saya diatas, remain silent please. Karena komentar kita dapat mengakibatkan sakit hati ataupun perpecahan. Jika ingin mengingatkan atau berpendapat mohon dengan bahasa kata kata yang nikmat untuk didengarkan / dibaca. Nda semena mena ngomong bidah salah sesat kafir musyrik. Sadis amat lu ndan,, Rasulullah saw berjuang agar seluruh umatnya masuk surga sedangkan kita sesama muslim malah asik sibuk menuduh sesat masuk neraka mulu. Nda neladani Rasulullah saw bangetz oggg..
Bagaimana dengan satu pandangan habib itu juga manusia biasa,, nda perlu itu dicium cium disanjung sanjug. Well,, dalam pandangan saya, jika kita sudah mengangkat sesorang menjadi guru maka boleh lah rasa hormat atau takdzimnya kita miripkan caranya dengan ortu atau kakek nenek kita. Jika kakek / nenek / ortu dateng sering kita cium tangan mereka, maka mengapa kemudian dilarang mencium tangan orang yang kita muliakan ?

Dalilnya apa :: “Allah tinggikan derajat orang orang berilmu,,” || “ulama adalah pewaris nabi”

Apakah perbedaan pandangan ini akan menjadikan diri kita sombong,, yuuukk selalu kita instrospeksi ini kawan. Masing masing dari kita yang lebih paham atas rasa sombong di hati kita.

Saya suka dengan quote berikut “Pahala sebanyak apapun tidak akan menjamin engkau masuk surga, karena hanya Allah yang berhak memutuskannya, tetapi syarat untuk masuk surga kau harus memiliki pahala”.

Postingan ini dimaksudkan untuk muhasabah diri saya sendiri, jika Anda merasakan tamparan bakwan saya monggo Anda pribadi yang merasakan. Apakah pendapat pribadi ini juga benar ndan??? wallahu a’lam bishawab. Saya pikir yang paling paling paling benar saat ini hanyalah Allah. Semoga Allah mengampuni kita semua dan memberikan petunjuk untuk menggapai ridhaNya. Allahuma aamiin.
Allahuma solli ala sayyidina muhammad wa barik alaih… \^_^/

  1. Salam alaikum, Mas Bro
    Sebenarnya isi diskusi kita kemarin di pesbuk itu, sama dengan diskusi kita setaun yg lalu di jiples:
    yang salah itu
    1. mereka yang menyertakan gelar habib di depan nama diri lalu membiarkan umat berpikir bahwa habib=keturunan Rasulullah Saw.
    2. mereka membiarkan umat berpikir syirik dan bodoh sampai2 berlaku pemeo: “kalau tidak ikut majelis yang dipimpin habib, tidak jamin masuk surga”
    jadi, tanggunjawab siapa ini?

    Hasil diskusi kita taun lalu (Januari 2013): MasBro akhirnya paham maksud artikel tsb. bukan memerangi habib dan pengikutnya, melainkan memerangi unsur syiriknya. Isi diskusi lebih detail lihat gambar [http://goo.gl/amTM6X]
    benar, mencium tangan orang yang dihormati itu sunnah, bukan masalah.
    benar, tentu sy tetap hormat pada para habib dan habaib yang tidak menjadi sumber fitnah bagi Islam dan tidak mengerdilkan ajaran Rasulullah Saw. <– Rasulullah mengajarkan bulat, sisi hakiki dan syariat, bukan cuman ngadain selawatan akbar molo kerjanya.
    Soal pintu ibadah yang diketok:
    Sebagaimana disyiarkan Nabi Muhammad Rasulullah Saw., Islam itu berisi akidah dan syariah <– ini 2in1 yang tidak boleh dipisahkan. Apalagi dalam sejarahnya, akidah mendahuli syariah: 11 tahun Rasulullah ngajar tauhid, baru turun perintah bersyariat (Isra-Miraj dng oleh2 shalat)
    Artinya Rasulullah Saw. mengajarkan dulu apa-siapa-bagaimana Allah itu dan bagaimana kedudukan kita dan Allah, setelah paham baru diwajibkan bersyariat.
    Dalil Dasar Kebertuhanan dalam Islam itu akidah mendahului syariah:
    <iAdz-Dzariyat:56
    wamaa khalaqtu aljinna waal-insa illaa liya'buduuni
    Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

    Kata “ya’buduuni” (beribadah) ini berakar dari kata “ya’rifuuni” (mengenal). Jadi kalau menyembah tanpa kenal Yang Disembah, apa jadinya?
    “Aku adalah perbendaharaan tersembunyi. Aku berkehendak untuk dikenal, maka Ku-Ciptakan makhluk dan dengan-Ku mereka mengenal-Ku.” [hadis qudsy]
    Dalil-dalil ini melalui lisan Rasulullah Saw. Artinya, kalau benar-benar mencintai Allah wa Rasulullah jangan cuma bicara soal pahala dan surga.
    syariat tanpa hakikat, sia-sia
    hakikat tanpa syariat, batil
    Jadi ulama yang benar-benar pewaris para nabi itu yang mengajarkan akidah dan syariah sekaligus.
    Kalau hanya bicara di sisi “ibadah untuk dapat pahala-surga” melulu, apa bedanya kamu dengan orang dari agama lain?
    Jangan sampai umat lalai jadi ga sadar menyembah surga!
    Kalau muslim wafat, dibacakan:
    Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiun <– dari Allah kembali ke Allah
    bukan
    Inna lillaahi wa inna jannati rajiun ‘kan?!
    ==============================================================
    Di hadis, Nabi Muhammad itu gudang ilmu dan Sayyidina Ali r.a. itu pemegang kunci gudang ilmu tsb. Kalau benar sanad ilmu dan nasab tersambung ke kedua kekasih Allah itu, buktikanlah.. Wahai habib-habaaib.
    Sampaikan pada umat betapa pentingnya, betapa prioritasnya memahami Al-Insan:1 dan hadis berikut ini:
    Aku jadikan pada manusia itu ada istana (qash). Di dalam istana itu ada (shadr) , didalam shadr itu ada kalbu (qalb), di dalam qalb itu ada Fu’ad , di dalam fu’ad itu ada syaghaf, di dalam syaghaf itu ada lubb, di dalam lubb ada sirr, dan di dalam sirr itu ada Rahasia-Ku . [Hadis Qudsi]
    ===============================================================
    Diskusi kita ini sy sandarkan pada hadis berikut:
    “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” [H.R. Bukhari dan Muslim]
    Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

    • waalaikumsalam pak Sob kang Adam,, alhamdulillah mampir dimari lagi eaaakk guru blogging ane,, makasii suda disempetin..jadi mayuuu aye nyimak artikel en komen ente ndan,, nda ada yang saya tentang disitu,, secara masing masing punya pemikiran dan pendapat pada taraf / maqomnya masing masing.. bisa jadi postingan ente ketinggian sedangkan ane yg katrok ni nda sanggup meraihnya.. hihiii..
      sesunnguhnya postingan diatas adalah uneg2 sy yg sensi bgt pas baca atau denger ada orang yang sering menyalahkan atau menilai buruk permasalahan agama orang lain. secara agama urusan pribadi dengan Tuhannya gitu looh.. huuuufffhh
      Sy nda menyudutkan kepada sesorang ato siapapun, tapi lebih ke curcol karena menurut saya pribadi berusaha berhati hati ketika berkomentara agar nda asal bunyi dan sembarangan menghakimi dengan pengetahuan / ilmu masing masing yang pasti masih ada batasnya.. apalagi berkomentar seputar agama yg mana adalah urusan pribadi.
      secara “rabbi zidni ilma” dari Allah kan ngasih.. jadi kalo ilmunya baru nyampai segini trus malah koar koar sana sini paling bener berasa jagoan jagoan belagu juge ni,, minta digetok pake bakso.. *centongnya kuah bakso* 😀 getok getok getok

Comment here