Bismillahirrahmanirrahim ^_^
Salam kawan,, Alhamdulillah, inspirasi kali ini hadir secara tiba2 dan pas ada sangkutannya ama filofosi Cina, yaitu “yin/yang”. Maybe abis nonton pelem kungpu kemaren..
dynamic-water-yin-yang-tai-chi-psd-file-3063
Pengertian “yin/yang” ala ngartiin sendiri kemudian ogut tabrakkin ama Quran surat Ar Rahaman, yang banyak berisi kalimat sindiran Allah kepada kita ::

Fabi ayyi ala i rabbikuma tukazziban”
“Nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan ?”,

En paling ajeebnya, ujug2 endingnya bisa nangkring di Quran Surat Ibrahim ayat 7 ::

“la in syakartum la azidannakum wa la in kafartum inna ‘adzabii la syadiid”
“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, Aku pasti menambahkan nikmat kepada kalian. Dan jika kalian mengkufurinya, sesungguhnya siksaan-Ku sangat dasyat”

Minat nyimak ?? Begini ceritanyaaa…. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِي

“Yin/Yang” yg ogut pahami adalah konsep keseimbangan yg harus ada kedua sisinya sehingga menjadi sempurna. Ketika ada “yin” maka akan ada “yang”, sebaliknya ketika ada “yang” maka disisinya akan ada “yin”.
Seperti filosofi roda berputar, keseimbangan akan terjadi ketika satu titik tiba diatas, maka kemudian satu saat akan tiba giliran dibawah. Begitupula roda kehidupan yang terus berputar dan waktu yang terus berjalan. *ciyeehh.. tumben agak pilosopis??
Sakit-1Yepp,, inspirasi utama tulisan ini sebenarnya hadir dari mereka yang sedang dirundung duka lara atas berbagai kondisi masing masing. Rasa sedih telah memunculkan istilah trend “sakitnya tu disini !!” (*sambil nunjuk dada..)
Rasa sedih adalah hasil kreasi dari hati kita. Pengolahan pada hati kita gagal memahami kondisi tersebut sebagai sesuatu yang dapat disyukuri kemudian mengatakan sebaliknya kondisi yang begini adalah sedih.
Sekarang mari kita sambungkan kondisi yang sedang sedih tersebut dengan filosofis “yin/yang” atau filosofi roda berputar.
Ketika kita pernah merasakan sedih, satu saat pasti pernah merasakan bahagia. Apakah itu bahagia di akhirat atau di dunia, tergantung pemikiran kita mencitrakannya. Sebagai seorang muslim makaaaa,, yang harus kita harapkan sebenarnya adalah bahagia di akhirat dong. Pakai filosofi dunia adalah alam tidak kekal seperti mimpi, sedangkan akhirat adalah alam kekal yang berarti kehidupan yang nyata. Tapi tidak juga lupa untuk meminta agar dapat bahagia hidup di dunia, kan doanya ::

“rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah”
Ya Allah Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat 

Tapiiiii ndan !!!  Ini loo masakini pas hidup ini yang sedang saya hadapi di dunia sekarang!!! Yang lagi saya hadepin ini bikin hati jadi sedih, sesek didada, pikiran saya stress daaaaan seterusnyaa…
Punteeeen,, yuk kita ambil hikmah dalam kondisi demikian ala “yin/yang”. (*sok wise getho deee)
Ketika kita dalam keadaan happy super happy, kita sudah sangat bersyukur kepada Allah. Tapi coba kita rasakan pada saat itu, nikmanya doa dan berkomunikasi kepada Allah itu kita bandingkan nikmat pada saat happy itu atau pada saat kita sedang dirundung duka masalah dan kesedihan.

amaah Majelis Rasulullah SAW mengikuti dzikir akbar dan doa untuk bangsa dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di pelataran Monas, Jakarta, Selasa (15/2).
Bisa nangis begini karena Allah ntu nikmat gan.. T_T

Bukan nikmatnya atau sedihnya kondisi yang sedang dihadapi loo yang saya utarakan ini, tapi nikmatnya kita mendekatkan diri dan berkomunikasi dan meminta kepada Allah loo yaa..
Pada umumnya, termasuk saya sendiri. Ketika memiliki masalah itulah adalah saat terindah kita khusuk berdoa meminta kepada Allah. Entah bagaimana dengan dirimu kisanak ?
Pada saat kondisi seperti itulah seharusnya rasa atau wujud syukur kita ungkapkan kepada Allah.
Lhoooooh?? lagi sedih susah ogh malah bersyukur gimana si ndan ??
Pada kondisi yang lagi sedih down di bawah itu, lebih khusuk kita ingat meminta dan memohon kepada Allah dengan sangat nikmat sampai menangis nangis itulah Allah sedang dekat – dekatnya dengan kita.
Kooo bisaaa ??

Dalam hadist qudsi:
“Aku menuruti keyakinan (sangka) hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu menyertainya bila ia mengingat-Ku. Maka jika ia mengingat Daku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya didalam diri-Ku, dan jika dia mengingat-Ku ketika dia sedang berada di tengah-tengah khalayak ramai, niscaya Kuingat dia di dalam kumpulan orang yang lebih baik daripada mereka itu. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari“.
(HR : Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dan dalam hadist qudsi yang lain :
“Wahai anak Adam! Berdirilah engkau untuk mendekati Aku niscaya Aku akan berjalan mendekatimu, dan berjalanlah untuk mendekati-Ku niscaya Aku akan berlari mendekatimu”. (HR : Ahmad).

Padahal sesungguhnya Allah ini sangat dekat bahkan lebih dekat dari urat leher kita ::

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
(QS. Qoof: 16).

Tapi saking bebalnya hati, saking tebalnya hijab ruhani, saking butanya qolbu, kita sering lupa jika  Allah itu sangatlah dekat.
Allah kemudian mengkondisikan lingkungan kita sedemikian rupa agar kita kembali mengingat Allah, memanggil kembali Allah, menempatkan kembali Allah di hati kita, berdoa kepada Allah, meminta kepada Allah, berusaha keluar dari kondisi tersebut karena Allah.
Cute muslim kid praying  (6)
Kini apakah engkau dapat memahaminya kisanak !!!
Ketika Allah kufurkan nikmat kita, maka bisa jadi Allah berikan semua kesenangan dunia sehingga kita akan lupa akhirat, kita lupa apa tujuan kita hidup di dunia dan hanya mencari kepuasan dunia semata. Naudzubillah.
Ternyata Allah sangat lah sayang dan peduli kepada kita dengan berbagai macam masalah yang diujikan kepada kita. Apakah pada saat kondisi nikmat kita berkomunikasi, berdoa memohon kepada Allah ini adalah satu hal yang kemudian lupa untuk kita syukuri ?
Cute muslim kid praying  (5)Pada saat itu Allah sangat dekat dengan kita lho ndan !!! berdoa lah,, mintalah kepada Allah apapun isi doa mu itu!!!

“la in syakartum la azidannakum wa la in kafartum inna ‘adzabii la syadiid”
“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, Aku pasti menambahkan nikmat kepada kalian. Dan jika kalian mengkufurinya, sesungguhnya siksaan-Ku sangat dasyat”

Ketika kita sudah menikmati berkomunikasi kepada Allah, maka gantungkan semua bentuk wujud rupa kehidupan di dunia yang sedang dihadapi hanya kepada Allah. Mari kita renungkan dan kita lihat kembali semua hikmah atas kondisi tersebut dari sudut pandang yang lain. Kita lihat bagaimana Allah mengkondisikan lingkungan kita itu agar hati kita ingat kembali agar bergantung kepada Allah.
Kita tarik hikmah, apakah Allah sedang melupakan kita pada saat itu, ataukah sebaliknya kita yang sering melupakan Allah? Perhatikan begitu sayangnya Allah mengkondisikan lingkungan sekitar kita agar hati kita kembali berteriak Allah,, hanya agar kita kembali ingat dan mengerti jika Allah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Termasuk kondisi yang sedang kita hadapi ini.

Sehingga kita akan berdoa meminta kepada Allah :: duhai Allah, lepaskan saya dari segala kesulitan ini. Segala sesuatu yang terjadi saat ini dan yang akan datang hanyalah atas ijin Mu, maka hanya kepada Mu hamba meminta petunjuk. Tolonglah hamba agar segera lepas dari segala ujian dan cobaan ini. Jangan lepaskan kami dari urusan urusan yang kami tidak mampu mengurusnya. Naikkan iman hamba selepas Engkau uji hamba dengan semua ini. Ridhoilah hamba karena hanya ridho mu lah yang kami harapkan. Sehingga atas ijin Mu pula saya akan ikhlas dengan apapun yang Engkau berikan kepada kami selama engkau ridho kepada kami..
“ud’uni astajib lakum” (QS:Al Mukmin 60)
“Berdoalah, niscaya Aku kabulkan”
Amiiiinnnnnnnnnnnnnn…..

10511102_680599498654914_8559090849298954570_nInsyaAllah, akan segera Allah balikkan semua kondisi kita yang sedang dibawah sedang sedih itu pada kondisi diatas menjadi happy. Mari kita menggeliat, berusaha keluar dari kondisi keterpurukan dan kondisi menggalau tanpa berusaha. Allah berikan banyak petunjuk. Gunakan akal pikiran semua energi dan tenaga kita untuk lepas dari keterpurukan itu. Allah adalah harapan dan Allah pasti berikan jalan keluar.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Mari kawan, jangan pernah kita lepas semangat dari memohon kepada Allah. Karena apa yang kita hadapi semua adalah atas ijin Allah, dari Allah dan kepada Allah semua kembalinya. Ketika ada sakit maka obatnya dari Allah. Ketika hati kita sakit, dada terasa sesak semua beban ada pada batin kita maka kita obati dengan segala harapan hanya kepada Allah.
Dan pada saat kebangkitan itu terjadi kita wajiib poll untuk segera dan selalu bersyukur lebih dari sebelumnya.

Hikmah utama :: ketika kondisi kita dibawah dan sempit maka gantungkan segala harapan hanya kepada Allah. Ketika kondisi kita diatas dan lapang maka kita selalu bersyukur mengingat Allah. Gantungkan iman kita setiap saat hanya kepada Allah apapun kondisi yang terjadi, itulah kenikmatan iman yang paling nikmat.
( *sambil ngelus2 jenggot trus benerin kopiah,, )

Jika anda terinspirasi dengan tulisan diatas, tolong sertakan saya dalam doa Anda agar saya jadi orang baik ya kawan..
mamacii.. ^_^
~ salam, bentangkan senyum mu kawan ~
“allahumma sholli ala sayyidina muhammad”
ps : foto dari berbagai sumber, kalo tidak berkenan dipampang dimari, silakan komen yaa.. mamaciii.. ^_^

Comment here