Bismillahirrahmanirrahim..
Sy stay di arab plg nda slama 38 hari dr bulan dzulqoidah smp dzulhijjah. U know what trully treasure in this country is? Water.. a.k.a air.
Air di Id alhamdulillah sangat melimpah. Tp di tanah gurun pasir semacam arab, air setetes hanya bisa bertahan krg dr satu menit. Cucian cukup 30 menit sudah kering dan siap dipakai lagi. Sudah sering sy buktikan.

Air tidak menjadi perhatian penting bagi kita negara yang melimpah air. Tapi kota ini, Mekah bermula karena adanya sumber mata air zamzam yang muncul berawal dari jiwa spiritual nabi Ibrahim as, nabi Ismail as dan ibu Siti Hajar ra.
Mata air di tengah panas keringnya padang gurun lebih mahal harganya dari pada harta melimpah. Sebanyak apapun harta yg kita miliki jika tidak ada air, maka kita tdk bs menikmatinya. Krn setiap makhluk pasti butuh air.
Di panasnya kota gurun, Mekah harta utama adalah air baru kemudian ekonomi. Sedangkan di id harta yg sering di cari adalah ekonomi spt uang dsb.
Begitu relatifnya yg dimaksud dgn harta pada kehidupan dunia. Maka kita perlu menilik, harta apa yang kita miliki untuk persiapan akhirat.
Pertimbangan perhitungan dunia seperti tabungan masa depan anak, tabungan masa tua, dan tabungan tabungan lain pandai kita hitung setiap tahunnya.
Maka dengan perumpamaan itu layak kita perhatikan juga harta tabungan kita untuk akhirat. Apa yang sudah kita depositkan untuk masa akhirat diri ini.
Kullu nafsin dzaa iqotul maut. Setiap makhluk yang bernafas pasti merasakan kematian. Tidak pandang usia, janin dalam kandungan bisa meninggal. Anak usia lucu lucunya bisa meninggal. Menginjak usia anak anak dan remaja juga banyak kita saksikan meninggal. Usia matang banyak yang meninggal. Apalagi usia tua.
Setiap bada solat 5 waktu di Masjidil Haram pasti dilanjutkan dengan solat ghoib dimana solat tersebut dilakukan jika terdapat insan yg meninggal.
Kematian silih berganti datang menjemput sanak saudara dan kerabat kita. Kematian hadir setiap waktu di sekeliling kita. Pada saatnya akan datang juga pada diri kita. Maka pada saat itu, berapa nilai deposit tabungan harta kita.
Harta yg kami maksud adalah amal perbuatan yang dilandasi Iman kepada Allah.
Melalui staff Nya malaikat Izrail, Allah menghentikan semua sumber pendapatan atas harta akhirat. Pada saat malaikat Izrail menjemput, buku tabungan amal perbuatan kita yang setiap harinya dicatat oleh malaikat Munkar dan Nakir di tutup dan dikunci.
Buku catatan amal kembali akan dibuka kemudian di audit pada timbangan amal dengan Hakim Agung langsung Allah swt disaksikan oleh hakim pembela Rasulullah Muhammad saw di yaumul mashar pada saat yaumul hisab.
Apa keputusan hakim pada saat itu, apakah Hakim agung audit akan melihat dan mengembalikan buku tabungan di tangan kanan atau sebaliknya. Naudzubillah mindzalik.
Mari sobat, sebelum di tutup dan dikunci buku tabungan akhirat diri ini. Kita perbanyak kredit pahala dan kurangi debit pahala. Jangan pernah lelah mengupayakan kredit pahala kita. Kita setorkan harta utama untuk persiapan akhirat sebelum tutup usia dan waktu setor kita berakhir.
Dari awal kita tidak pernah ada, maka hanya Allah ar Rahman ar Rahim kita bergantung dan kita akan kembali.
Semoga pada saat kembali itu Allah telah ridha dengan apa yang telah kita upayakan sebagai manusia udzur dan banyak dosa. Tiada daya kecuali adalah upaya usaha ibadah dan berdoa meminta dan memohon kepada Allah.
Sungguh jika Allah menghitung pahala kita dengan teliti, maka akan minus dengan dosa yang telah kita perbuat.
Namun dengan sifat Allah ar Rahman dan ar Rahim Nya, kita mohon kasih sayang Allah untuk mengampuni. Mencoret semua dosa kita dan melipat gandakan pahala kita.
Apakah itu mungkin ? Maka kasih sayang Allah melebihi murka Nya. Allahu ya Ghofar birohmatika yaa Arhamarrahimin.. T_T
Bismillahi Allahu Akbar,
Laa haula wala quwwata illa billah.
Allahuma sholi ‘ala habbibika sayyidina Muhammadin waa ala ali sayyidina Muhammad..
Mina – Mekah,
12 Dzulhijjah 1435 H
06 Oktober 2015
23:43

Comment here