Bismillahirrahmanirrahim ,, ngedongeng dikit ^_^ ::
king huntingSatu hari seorang raja mengajak penasehat alimnya untuk berburu di tengah hutan. Alimnya penasehat ini adalah setiap kondisi dan setiap situasi selalu disyukuri. Penasehat ini mampu melihat segala kondisi adalah atas ijin Allah dan telah ditentukan oleh Allah. Sehingga segala hal yang terjadi menjadikannya hikmah dan syukur dalam pandangan penasehat.
Pada saat perburuan karena lebatnya ilalang, dengan menggunakan pedang paduka membabat ilalang tersebut membuat jalan. Tapi karena kurang berhati -hati, pedang tersebut nyenggol salah satu jari paduka hingga putus. Paduka pun berteriak kesakitan.
Sambil mengobati luka jari paduka yang putus, rekan hunting paduka memberikan nasehat. “Duhai raja, bersabarlah. Luka ini adalah kondisi yang terbaik bagi Anda”. Mendengar nasehat penasehatnya, bukannya semakin sabar atau senang namun paduka malah marah. “Ini jari ku lhooo yang hilang dhooll, kamu masih bisa bilang ini kondisi terbaik bagi saya?? Ngawur !!! Sakittt !!! Jari hilang satuuu !!!”
Paduka yang marah dan tidak senang dengan nasehat itu menghukum si penasehat dengan memasukkan ke dalam sumur. Ketika akan meninggalkan penasehat tersebut sendirian, sempat paduka bertanya kepada penasehat,, “dhooll… Gimana kondisimu sekarang?apa kamu menyesal dengan kata2 mu tentang jariku yang putus ini adalah hal yang terbaik???” Penasehat membalas “Ini adalah kondisi terbaik bagi saya saat ini paduka, I’m fine, thankyou 4 asking!! “.
Paduka makin sebel ketika mendengar kata kata tersebut dan mulai berpikir dalam hati, penasehat ku ini sudah mulai gila jangan -jangan?? Biarlah jadi hukuman bagi dia untuk beberapa hari kedepan, besok akan ku utus prajurit untuk mengeluarkannya dari sumur ini. Paduka meninggalkan penasehat di dalam sumur melanjutkan perburuannya. Hilang jari satu tak di gubris lagi karena memang hobi berburunya.
Tidak beberapa lama perburuan paduka semakin kedalam memasuki hutan. Tiba – tiba saja suku pedalaman hutan tersebut malah yang menyergap paduka raja. Paduka ditangkap dan direncankan akan digunakan sebagai bahan persembahan bagi dewa gunung oleh suku tersebut.
pnp344513Paduka berteriak teriak “Aku ini raja negeri itu, jangan kalian tangkap apalagi sampai melukai saya!!” Mendengar bahwa yang ditangkap seorang raja, kepala suku malah semakin senang. Dewa gunung pasti sangat senang dengan persembahan kita kali ini. Bukan orang biasa yang akan kita persembahkan. Paduka semakin shocccckkkkk mendengar hal tersebut.
Tapi sesuai adat dalam suku tersebut, persembahan bagi dewa gunung harusnya orang yang sempurna secara fisik dan tidak ada cacat. Kepala suku memeriksa dengan cermat kondisi fisik paduka raja. Ketika pengamatan sampai dengan jari jemari, kepala suku berteriak, “Orang ini cacat!! tidak layak untuk menjadi persembahan, jari nya hilang satu!!!” Singkat cerita sang paduka di lepas oleh kepala suku tersebut…
Paduka lari kembali menuju sumur dimana penasehat ditinggalkan.. “Dhooolll masih idup luuu??” // “Masih padukaaa!!” Penasehat dikeluarkan oleh paduka raja dan paduka raja berterimakasih kepada penasehat. “Bener kata lu dhooll,, hilangnya jari saya adalah kondisi yang terbaik bagi saya!!” Paduka bercerita tentang kejadiannya dengan suku pedalaman.
Mendengar cerita tersebut, sang penasehat juga sangat bersyukur.. “Alhamdulillah paduka engkau masukkan saya ke dalam sumur…” // Paduka : “Looh,, kenapa bisa begitu?? ” // Penasehat : “Karena jika paduka tidak memasukkan saya ke dalam sumur dan malah mengajak saya masuk ke dalam hutan dan ditangkap suku itu, maka paduka yang akan dilepas sedangkan saya yang akan menjadi pengganti paduka menjadi bahan sesembahan!!! Terimakasih padukaaaa”

Hb. Novel Muhammad Alaydrus
Hb. Novel Muhammad Alaydrus

Dongeng diatas adalah salah satu dongeng @HabibNovalSolo dalam salah satu kajiannya tentang syukur. Semoga kisah diatas dapat menjadi salah satu inspirasi kita setiap hari (^_^ )

QS. Ibrahim Ayat 7
QS Ibrahim 7
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Comment here