becermin_ilustrasi_110105145648

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sangat sering dan hampir setiap hari kita bercermin. Berpose pose mulai dari atas menyisir rambut, goyang goyang dikit melihat pakaian kita sudah sesuai dengan mood hari ini atau belum. Dengan bercermin kita berusaha keras memantaskan diri yang sebenarnya ya mentok cuman sebegitu begitu saja… hehe..  *ngejek ini maksudnya…
Dengan bercermin kita mencoba melihat bagaimana orang lain melihat diri kita. Padahal isi pemikiran kita dan orang yang melihat pasti berbeda.. jadi sebenarnya kita hanya berkata kepada diri sendiri : “You’re good!!”
Apa yang orang lain lihat secara kasat mata dari gaya kita adalah cerminan kita, entah tren gaya kita itu sebenarnya adalah gambaran diri kita sendiri atau malah dengan bergaya kita sebenarnya adalah orang lain bukan diri kita sendiri tapi harapan mengikuti gaya orang lain sehingga gaya tren kita pun mengikutinya.
*kok malah jadi bahas tren gaya sik yak.. niatnya padahal nda nulis itu lhoo..
Back to da topic, yang ingin saya sampaikan adalah, dengan bercermin kita ingin menggambarkan kepada orang lain secara kasat mata, ini lho saiya. Dengan gaya ataupun dandanan saya yang begini dan begitu itu kita berusaha menggiring orang lain agar berpendapat atau berpikir siapa atau bagaimana sebenarnya kita. Gaya dandan adalah bahasa bisu untuk menggambarkan kita kepada orang lain.
Sudah pantas belum gaya dandanan saiya yang begini dan begitu itu layak dipandang baik oleh orang lain. Nah, apa yang ditulis diatas cuma bagian ngomongin fisik luar dari apa yang terlihat di cermin.
Naaaahhh bahasan berikutnya adalah cerminan isi hati kita ini. Pertanyaan saiya kembali kepada judul postingan ini. Sudahkah hati ini layak untuk ditunjukkan kepada Kanjeng Nabi Muhammad saw. Sudah layakkah hati ini dipaparkan dan dilaporkan kepada Allah swt. Sudah layak kah perbuatan sehari hari kita baik menurut Allah dan Rasul Nya. *Huuuffff,,, mulai mellow dah hati saya… jleb jleb jleb…
some nice quote :

    Mutiara Hikmah dari Imam Hasan Al Bashri
Kata mutiara 1
“Wahai anak Adam! Kalian tidak lain hanyalah kumpulan hari, setiap satu hari berlalu maka sebagian dari diri kalian pun ikut pergi.”
Kata mutiara 2
“Diantara tanda berpalingnya Allah Subhanahu Wata’ala dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya pada hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”
Kata mutiara 3
“Semoga Allah merahmati seorang hamba yang merenung sejenak sebelum melakukan suatu amalan. Jika niatnya adalah karena Allah, maka ia melakukannya. Tapi jika niatnya bukan karena Allah maka ia mengurungkannya.”
Kata mutiara 4
“Tidaklah datang suatu hari dari hari-hari di dunia ini melainkan ia berkata, “Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah hari yang baru, dan sesungguhnya aku akan menjadi saksi (di hadapan Allah) atas apa-apa yang kalian lakukan padaku. Apabila matahari telah terbenam, maka aku akan pergi meninggalkan kalian dan takkan pernah kembali lagi hingga hari kiamat.”
Kata mutiara 5
“Janganlah Anda tertipu dengan banyaknya amal ibadah yang telah Anda lakukan, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui apakah Allah menerima amalan Anda atau tidak.”
Kata mutiara 6
“Jangan pula Anda merasa aman dari bahaya dosa-dosa yang Anda lakukan, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui apakah Allah mengampuni dosa-dosa Anda tersebut atau tidak.”
Kata mutiara 7
“Saya belum menemukan dalam ibadah, sesuatu yang lebih sulit dari pada shalat di tengah malam.”
Kata mutiara 8
“Seorang mukmin hidup di dunia bagaikan seorang tawanan yang sedang berusaha membebaskan dirinya dari penawanan dan ia tidak akan merasa aman kecuali apabila ia telah berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala.“
Kata mutiara 9
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan kematian, sakit dan sehat (bagi setiap hamba-Nya). Barang siapa mendustakan takdir maka sesungguhnya ia telah mendustakan al-Qur’an. Dan barang siapa mendustakan al-Qur’an, maka sesungguhnya ia telah mendustakan Allah.”
Kata mutiara 10
“Wahai anak Adam, juallah duniamu untuk akhiratmu, niscaya kamu untung di keduanya, dan janganlah kamu jual akhiratmu untuk duniamu, karena kamu akan rugi di keduanya. Singgah di dunia ini sebentar, sedangkan tinggal di akhirat sana sangatlah panjang.”

sumber quote dimari

Comment here