Seorang ulama yang dimuliakan Allah dengan memiliki harta yang melimpah rumah luas kebun yang subur, dan mempekerjakan banyak pegawai untuk mengatur rumah kebun dan sawahnya mendapati seorang tamu muda yang ingin mengambil hikmah dari seorang ulama.
Begitu memasuki pekarangan yang luas, anak muda tersebut memiliki pemikiran ulama kok kaya rayanya makmurnya seperti ini, bukan ulama yang sederhana atau zuhud.
Old Wesbury Garden Photos 193-L
Namanya juga ulama, mendapat bisikan seperti ini ia ingin memberikan sedikit hikmah kepada tamu mudanya ini. Ia kemudian mengajak tamu mudanya berkeliling untuk melihat luasnya tanah dan suburnya kebun dan sawah dengan naik kereta yang ditarik kuda atau bisa lah anda bayangkan gerobak yang ditarik sapi.
Tapi sedikit unik, ulama ini memberikan gelas yang berisi air penuh kepada tamu muda nya dan berpesan. Kamu saya ajak untuk berkeliling kebun, tapi syaratnya harus janji kepada saya jangan sampai air dalam gelas itu tumpah ketika kita kembali ke rumah. Si pemuda menyanggupinya.
rice_field_at_sunset-wideMulailah kereta bergerak dan berjalan mengelilingi luasnya kebun dan sawah. Ulama ini menceritakan kondisi kebun dan sawahnya kepada pemuda tersebut sepanjang jalan. Tapi sang pemuda yang telah berjanji agar air dalam gelas tidak tumpah perhatiannya telah habis dan hanya berfokus agar getaran kereta tidak menumpahkan air dalam gelas tersebut.
Berkeliling beberapa lama, sang pemuda tidak memperhatikan kondisi kebun dan sawah yang ditunjukkan oleh ulama. Setelah sampai kembali di depan rumah. Sang ulama bertanya kepada pemuda. Bagaimana menurutmu seluruh kebun dan sawah yang tadi kita lihat?
Sang pemuda itu menjawab, mohon maaf, saya tidak memperhatikan kebun dan sawah yang Anda tunjukkan karena perhatian saya menjaga agar air dalam gelas agar tidak tumpah. Namun saat ini, saya mohon maaf karena air dalam gelas tinggal separuh.
Ulama tersebut memberikan hikmah dan berkata, itulah yang ada dalam hati saya nak, perhatian hati saya ini sudah penuh terisi hanya kepada Allah. Walaupun harta dan rizki melimpah ruah, tapi fokus hati saya hanya kepada Allah. Semua harta ini tidak menjadi perhatian bagi saya karena bagi saya semua ini adalah kemurahan Allah yang diberikan kepada saya untuk digunakan kembali agar menjadi maslahat bagi manusia.
Hikmah zuhud adalah tidak selalu hidup sederhana dan apa adanya. Zuhud adalah sifat hati dimana harta dunia hanya dalam telapak tangan semata, tapi tidak dalam genggaman hati. Jika terlepas sewaktu waktu hati tidak ikut rontok dan lepas. Harta dunia hanya sampai di tangan, tapi tidak di hati, hati hanya dipenuhi dengan urusan kepada ridha Allah semata.
mogaaaaaa bisa kita niru gitu juge,, mari doa same2 pemirsah yee.. amin..

Comment here