Satu hikmah asyik yang pernah diceritakan oleh bib saya, bib Novel Alaydrus dalam salah satu tausiahnya di Solo adalah kisah tentang mandor dan tukang bangunan. Begini ceritanya…
building-development-services-250x250Seorang mandor dari lantai 20 sebuah gedung yang sedang dibangun ingin memberikan perintah kepada seorang tukang di lantai dasar. Untuk menarik perhatian tukang yang berada dibawah mandor tersebut melempar kerikil kecil ke bawah dengan maksud agar tukang yang dimaksud dibawah mendongak ke atas dan memperhatikan mandor tersebut.
Tapi setelah beberapa kali dilempar dengan kerikil, tukang tersebut ternyata mengabaikan. Akhirnya mandor melempar batu yang lebih besar. Tukang yang sedang dibawah dan dilempar batu dari atas tersebut saking bebalnya masih juga belum mendongak ke atas untuk memperhatikan sang mandor di atas. Kira kira apalagi yang akan dilempar oleh sang mandor? Sepatu boot helm atau palu mungkin.. hehe..
Sekilas hikmah yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah, sebagaimana cobaan yang sering menerpa dalam kehidupan kita. Allah sesungguhnya ingin mengingatkan kita akan tujuan manusia terhadap sang pencipta adalah sebagai hamba yang sering lalai. Untuk mengingatkan, Allah sering melemparkan kerikil kerikil kecil agar kita mendongak keatas dan kembali mengingat Allah.

Seperti nature nya kita, jika dalam keadaan sempit maka pujian dan panjatan doa kepada Allah akan lebih sering. Saat solat pun akan lebih sungguh sungguh. Maka pantas lah jika kemudian Allah sering mengkondisikan kita dalam keadaan sempit agar kita ini selalu ingat.

Sebagaimana kisah teman saya beberapa waktu lalu yang curhat online, menceritakan pukulan beban cobaan kehidupan yang dialaminya berlangsung dalam waktu yang berdekatan , mulai dari masalah dalam pekerjaan, kesehatan dan kehidupan lainnya. Hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah diatas tidak lain adalah bagaimana cara Allah memberikan teguran kepada kita.

Ambil pemikiran positifnya, Allah masih sangat menginginkan kita untuk mendongak ke atas kemudian memohon kepada Allah,, ya Allah,, saya ini adalah hamba yang sangat sangat sangat lemah dan mengharapkan bantuan pertolongan dari Engkau dalam menjalani semua beban kehidupan ini. Semoga Engkau ridha dengan cobaan yang sedang Engkau berikan, dan semoga Engkau jaga hamba dalam petunjuk dan kasih sayang Mu.
Apalagi yang dapat kita lakukan di hadapan Allah kecuali hanya memohon…

Cute muslim kid praying  (5)Mungkin dari banyak dosa yang sering kita lakukan, dengan cobaan yang Allah berikan kepada kita, kemudian kita bermuhasabah atau mereview diri kita sendiri, maka kita akan menemukan hikmah dan kembali tersadarkan akan dosa dosa tersebut. Kemudian kita akan menemukan bahwa skenario Allah yang sangat menyayangi kita ini sungguh cantik. Semata mata adalah karena Allah masih menyayangi dan mengharapkan kita kembali kepada jalan yang di ridhai Nya.
Segala cobaan tersebut menyadarkan kita dari sifat kesombongan yang ada dalam hati kita, sehingga dapat kita pahami siapa kita ini hanya seorang hamba yang sangat lemah yang menantikan pertolongan Allah. Maka kepada siapa akan kita gantungkan segala harapan kecuali hanya kepada Allah ta’ala.
Jika peringatan kerikil kerikil kecil kita abaikan, maka dengan kasih sayang, Allah akan memberikan peringatan peringatan yang lebih besar agar kita ini kembali mengingat mendongak kepada Allah untuk kembali menjadi hamba yang sangat lemah yang bersimpuh memohon kepadaNya.
Semoga Allah mengampuni kita semua. Amin.
Sholu ‘ala nabiy…
 
 

Q.S. Az  Zumar 53

AzZumar53

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Q.S. Az  Zumar 54

AzZumar54

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S. Az  Zumar 55
AzZumar55
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
Q.S. Az  Zumar 56
AzZumar56
Supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),
Q.S. Az  Zumar 57
AzZumar57
Atau supaya jangan ada yang berkata: Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa.
Q.S. Az  Zumar 58
AzZumar58
Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab. ´Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik´.
Q.S. Az  Zumar 59
AzZumar59
(Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir”.

Comment here