bib ahmad

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kultum Masjid At-Tsamaniyah 8 Februari 2013.
Kulakan dari kajian dengan bib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan mengenai hadits berikut ::

البَخِيلُ مَن ذُكِرثُ عِندَهُ فلم يُصَلِّ عَليَّ

al-bakhilu man dzukirtsu ‘indahu fa lam yusholli ‘alayya.

“Orang yang paling kikir adalah orang yang ketika namaku disebut disisinya ia tidak bershalawat kepadaku”. (Hadits shahih dalam Shahih Al-Jami’ no.2878, Shahih At-Tirmidzi no. 3546).

Bib Ahmad menyampaikan,, bakhil, kikir atau pelit itu macem macem tingkatannya, nah bapaknya pelit ini disebutkan oleh Rasulullah saw ada pada hadits diatas, yaitu orang yang ketika mendengar nama Muhammad saw,, ia tidak mengucapkan solawat.
Kemudian bib Ahmad bercerita dari riwayat sayidah Aisyah,, yang oleh nabi saw panggilan sayangya humaira – berpipi kemerah merahan,, *romantis tenan ogh nabi saw ^_^

ini nyulam apa njahit ya??

Dalam Kitab Kanzul Ummal 6:207.
Berkata Sayyidah Aisyah,“Aku meminjam jarum dari Habsah binti Rawahab untuk menjahit. Jarum itu jatuh. Aku mencari-cari, tapi tidak menemukannya karena gelap. Maka ketika Rasulullah masuk, kelihatan jelaslah jarum yang hilang itu karena pancaran sinar wajahnya. Aku pun tertawa.
Rasulullah bertanya, ‘Hai Humaira, mengapa engkau tertawa?’ Aisyah menceritakan kejadiannya,. Kemudian Rasulullah berkata, “Hai Aisyah, malanglah orang yang tidak diberi kesempatan memandang wajahku karena tidaklah seorang Mukmin atau kafir kecuali mengharapkan melihat wajahku.”
Kemudian, dia menyambung, “Siapakah yang tidak akan melihatmu pada hari kiamat?” Nabi Muhammad S.A.W menjawab, “Orang yang bakhil.”
Aisyah bertanya lagi, “Siapakah orang yang bakhil?”
“Orang yang bakhil itu ialah orang yang tidak mengucap selawat ke atasku apabila mendengar namaku disebut,” jawab Nabi Muhammad S.A.W.

Duhai manusia,, umat siapa kita ini jika tidak diperkenankan melihat wajah pemimpinnya… لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ
Jadi kawan,, mari mariiii dan sekali lagi marilah kita agar selalu ingat dan jangan lupa agar selalu bersolawat ketika di telinga kita terdengar nama Rasulullah Muhammad saw..  ya ya yaa…
Berikut keutamaan solawat ::

Dari Abu Hurairah berkata, bersabda Rasulullah saw:

لاَ تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيْدًا وَلاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتَكُم تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ

“Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai (tempat) berhari raya dan jangan kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Dan bershalawatlah kepadaku di mana pun kalian berada karena sesungguhnya shalawat kalian (itu) sampai kepadaku.” (HR. Abu Dawud no. 2042 dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani )
Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shalawat kepadanya 10 kali.” (Sahih, HR. Muslim no. 408)
Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya 10 shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan diangkat untuknya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i, 3/50 dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)

لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ

اللَهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحمَدٍ

love-muhammad

Apakah benar manusia bisa bercahaya?? cek artikel berikut :

Faktanya, secara virtual, seluruh makhluk hidup bisa memancarkan cahaya yang sangat lemah yang diduga dihasilkan oleh reaksi metabolism tubuh.
Untuk menganalisa lebih jauh mengenai hal ini, tim peneliti yang berasal dari Tohoku Institute of Technology di Sendai, Jepang, mengadakan penelitian lanjutan.
Dalam penelitian ini, mereka memanfaatkan kamera sensitif yang mampu mendeteksi setiap satuan energi cahaya. Sebanyak lima orang pria sehat berusia 20 tahun yang bertelanjang dada, ditempatkan di depan kamera dalam sebuah ruangan yang sangat gelap.
“Mereka ditempatkan dalam ruangan gelap gulita dan menghadap kamera selama 20 menit, setiap tiga jam sekali. Uji coba ini diterapkan selama tiga hari dari pukul 10 pagi hingga 10 malam,” kata Kobayashi.
Hasil uji coba menunjukkan, tubuh kelima pria tersebut nampak bersinar dan meredup secara bergantian sepanjang hari. Titik minimum cahaya terjadi pada pukul 10 pagi sementara titik maksimum pancaran cahaya terjadi pukul 4 sore hari.
Artinya, pukul 10 pagi merupakan titik redup paling rendah yang dipancarkan tubuh. Sebaliknya, sinar paling benderang yang dihasilkan tubuh terjadi pada pada pukul 4 sore hari. Cahaya ini kemudian secara bertahap akan meredup perlahan.
Para ilmuwan memperkirakan, hal ini disebabkan oleh emisi cahaya yang berhubungan dengan jam tubuh kita, yang kemungkinan besar terkait dengan bagaimana fluktuasi irama metabolisme yang ditampilkan tubuh sepanjang hari.

~ :: ~

Comment here