adab menjadi murid
Postingan yang ‘puanjang’ ini adalah pemikiran saya beberapa waktu lalu untuk menyikapi dan juga untuk memahami apa yang disampaikan oleh para guru ustadz dan ulama, termasuk juga memahami sikap atau perilaku keseharian beliau para orang mulia yang menjadi speaker petunjuk menuju keridhaan Allah swt.
Mencampur adukkan unsur taqlid yang pernah saya diskusikan dengan temen saya ex santri ponpes yg berkata, “saya bukan macam jamaah yg ngikut buta kepada apa yang disampaikan oleh guru saya.” oqelah buaty saye karena dia punya pemahaman prinsip dan pendapat begitu pula dengan saya. Prinsip prinsip ini adalah cara hati kita memfilter informasi yang kita terima untuk kita serap menjadi panutan petunjuk hidup kita. Secara garis besar, pada saat ini saiya pun berpikiran demikian, tapiiiii.. pake tapinya..

~::~

Para guru ustadz dan ulama ini mendapatkan amanah dari Allah sebagai guru guru dari santri atau jamaahnya. Sehingga terkadang perilaku ataupun pembicaraan yang beliau sampaikan sering tidak kita pahami. Kaum muda macam saiya saat ini sangatlah kritis sehingga segala sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip kita akan selalu dipertanyakan kepada sang guru sampai mendapatkan pemahaman yang bisa diterima.
( Padahal ya kalo nyadar dan tau diri, belajar agama baru ibarat iqra jilid 1, tapi ngeyel e poll hahaha.. *sang guru cm geleng2.. )
Terkadang dalam proses mendapatkan pemahaman tersebut dalam diskusi ataupun tanya jawab sering seperti kurang ajar karena mempertanyakan apa yang disampaikan atau diperintahkan oleh sang guru. Namun sekali lagi, sebagai seorang yang ingin menggali ilmu, hal pertamakali yang harus dikedepankan adalah ADAB.

Murid yang tulalit macam saya ini harus mengedepankan adab tau unggah ungguh ( sopan santun ) sebagai seorang yang menggali ilmu. Sehingga keridhaan dan doa seorang guru tidak hilang sehingga Allah nanti yang akan memberikan pemahaman kepada kita.

Kritisnya pemuda saat ini dalam sebuah diskusi kepada seorang ustadz beliau sadari adalah suatu tantangan tersendiri dalam berdakwah. Semakin canggih jamaahnya, seharusnya ulamanya juga semakin canggih kata beliau.

~ :: ~

Guru NgajiGuru Kita Adalah Pilihan Rasulullah saw

Dilain waktu saya diskusi dengan mamas saya yang juga seorang murid dari seorang ulama, mamas saya menyampaikan setiap manusia yang berkeinginan memiliki guru dalam agama sesungguhnya sudah di pilihkan oleh kanjeng nabi Muhammad saw siapa guru yang tepat bagi masing masing orang. Ini adalaah perihal yang sangat indah untuk saya, karena Nabi Muhammad saw sendiri yang memilihkan siapa guru untuk kita. Suatu kehormatan dan kebahagiaan yang luar biasa.
Jadi sangat tidak heran jika kita lebih paham dengan apa yang disampaikan oleh ulama satu daripada dengan ulama yang lain. Jangan juga dipaksakan bahwa ulama ini lebih baik dengan ulama yang lain. Membanding bandingkan ulama adalah perbuatan yang tidak beradab karena masing masing ulama memiliki misi atau jalan caranya masing masing.

Seperti pemahaman yang disampaikan bib Novel Al Aydrus Solo mengenai thoriqat. Beliau sampaikan thoriqat adalah umpama sebuah kendaraan yang kita tunggangi menuju keridhaan Allah. Berbagai macam thariqat dari ulama adalah hasil ikhtiar usaha mereka untuk mendapatkan perhatian keridhaan ataupun ‘kedekatan’ dengan Allah. Cara beliau mendapat keridhaan Allah ini disebutkan sebagai thariqat yang kemudian ingin beliau bagikan atau beliau ajarkan kepada para jamaahnya atau murid.
Kesimpulan yang saya dapatkan, ciri utama thariqat menuju ridha Allah dalam diskusi tersebut adalah semuanya akan kembali kepada kepada kecintaan dan ajaran baginda sayyidina Muhammad saw. Bagaimana tidak, beliau Muhammad saw adalah yang Rasulullah dan Beliau saw yang akan membawa kita menghadap kepada Allah. Semoga kita termasuk umat baginda sayyidina Muhammad saw. Aamiiinnn..
( Silahkan tengok postingan saya berkaitan dengan Rasulullah Muhammad saw )

Nah kita sebagai polosan kudu berdoa dan ikhtiar kepada Allah, ya Allah saya cocoknya atau mampunya naik kendaraan yang mana. InsyaAllah Allah yang akan menunjukkan kepada kita.
Tidak hanya sekedar bisa mengomentari thoriqat yang itu sesat, thoriqat yang itu salah sehingga malah sibuk menyalahkan sana sini tapi kita sendiri nda bertoriqat atau tidak segera naik kendaraan dan malah ketinggalan dibelakang.
Dalam proses mencari guru pun ada jalannya, dan terkadang serupa keajaiban Allah sendiri yang akan menunjukkan guru mana yang lebih tepat bagi kita. Yang pasti harus buka hati dan melek. Jangan saklek dan kaku, jangan matikan hati ini.
Cara untuk mendapatkan guru insyaAllah saya posting kedepan berikut amalan mencari guru yang saya dapatkan dari bib Novel Al Aydrus.

~ :: ~

diam11Etika Diam

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah e bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (HR. Bukhari no. 6018, Muslim no. 47)

Berikutnya bisa jadi apa yg disampaikan oleh para guru tersebut mungkin adalah pendapat beliau sebagai manusia yang pasti juga memiliki pemikiran. Sebagai seorang murid yang terkadang tidak sependapat dengan sang guru maka seharusnya ber etik lah kita utk menghormati beliau sebagai guru. Diam adalah etika terbaik menurut saya ketika saya tidak sependapat dengan beliau. Dengarkan dengan khidmat sopan dan santun sambil mencerna mencoba memahami apa sebenarnya maksud beliau.
Arti yg ingin saye sampaikan adalah adab seorang murid kepada ulama itu harus nomor satu. Masalah bagaimana kita menyerap ilmu atau menerima pendapat beliau ada pada masing masing diri kita.

Guru ulama adalah fasilitas kita untuk menggapai ridha Allah. Beliau beliau nya guru ustadz ulama menunjukkan jalan kepada ridha Allah. Mau lewat jalan a,b,c,d dsb silakan. Beliaunya menunjukkan jalannya namun untuk melangkah kan kaki memilih pada jalan yang mana itu terserah kita.

Contoh yang beliau (ulama) sampaikan dzikirlah banyak banyak. Solawatlah banyak banyak. Solat malam banyak banyak. Beliaunya sudah tahu jalan menuju ridha Allah adalah dgn semua amalan tersebut. Nah sekarang terserah kita bagaimana mau menjalani itu semua atau tidak.
Ilmu yang disampaikan guru adalah petunjuk, namun hidayah adalah milik Allah. Sehingga senantiasa memohon petunjuk dari Allah adalah wajib. Hati ini ketika sudah terhubung dengan Allah, maka Allah yg akan membuka pintu hidayah ilmu kepada kita. Sekali lagi guru menunjukkan, kita yg mau menjalankan atau tidak.
Disambungkan dgn pemahaman yg disampaikan oleh para guru kita itu, buka hati ini filter dgn hati dan petunjukkan Allah apakah bisa kita serap utk masuk ke hati ini. Pemahaman yg kita serap adalah hak kita utk mem filternya secara mandiri, apakah mau di adsorb atau di reject.
Kita mohon petunjuk Allah semoga selalu memberikan petunjukNya untuk kita semua menuju ridha Nya. Aamiin.
~ maap panjang amat kumendaaaannn !! ~ ^_^

Comment here