Keindahan Muhammad Akhlak Rasulullah

Dalam kajian yang super duper wow bin maknyus bib Novel Al Aydrus menyampaikan cerita cerita kerendahan hati Baginda Sayyidina Muhammad saw saat penaklukan kota Mekkah. Nabi Muhammad saw beserta rombongan berhasil menaklukan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.

Kerendahan hati beliau tercermin saat memasuki kota mekah. Beliau naik kuda tapi posisi kepala menunduk. Tundukknya kepala ini lebih tunduk lagi karena badanya ikut menunduk hampir menyentuh punggung kuda. Beliau memasuki kota mekah tidak dengan posisi membusungkan dada yang gagah dan sombong. Posisi badan beliau yang tunduk ini cerminan atau gambaran beliau yang sedang merendahkan diri serendah rendahnya. *bukan sedang ngantuk lho yaaaa… -_-

Kita gambarkan kondisi saat itu, Beliau saw adalah seorang pemimpin perang yang baru memasuki kota yang sudah takluk. Kita membicarakan seseorang dengan posisi pimpinan tertinggi, ketika memasuki kota yang berhasil ditundukkannya setelah usaha penundukan beberapa tahun, namun kerendahan tubuh beliau mencerminkan kerendahan hati.

~::~

Cerita berikutnya adalah ketika beliau memasuki sebuah pertemuan atau majelis, dimana sahabat telah banyak hadir dan duduk berkumpul. Ketika Beliau saw datang, para sahabat hendak berdiri menyambut kehadiran beliau. Spontan, beliau sampaikan silakan duduk silakan duduk, tidak perlu berdiri untuk menyambut saya. Begitu mulianya beliau saat hendak di muliakan beliau lebih memuliakan para sahabatnya tidak perlu repot repot menyambut saya. Subhanallah,, betapa mulia kekasih Allah yang satu ini.

Tapi satu ketika ada satu cerita terdapat seorang sahabat yang ngeyel untuk tetap menyambut beliau dengan berdiri kemudian menyajikan syair syair kecintaan dan kemuliaan terhadap baginda sayyidina Muhammad saw. Baginda sayyidina Muhammad menghadapi sahabat ini tidak kemudian menolaknya. Beliau sayyidina Muhammad saw tersenyum menghadapi sahabat satu ini.

Yang perlu diperhatikan adalah adab dari sahabat yang ngeyel tersebut. Sahabat ini melihat Rasulullah saw yang begitu mulia dengan kemuliaannya merendahkan diri dihadapan para sahabat yang lain. Namun sahabat ini melihat kemuliaan pada diri Rasulullah saw karena dalam kenyataannya manusia mana si yang pernah bertemu langsung dengan Yang Maha Mulia Rabul ‘Alamin Allah swt.

  1. […] Kemuliaan Rasulullah saw yang ada dalam setiap rendah diri beliau karena tidak ada kesombongan. […]

Comment here