Mengangkat tema seputar ziarah yang masih rancu dengan suudzon kepada pentakziah yang meminta kepada sang empunya makam sehingga kegiatan ziarah jadi sering disebut syirik adalah sikap atau perbuatan Qusnudzon menurut Kyai Thobary Syadzily al-Bantani di Banten.
Kamis 6 Juni 2013, ogut dapet  kesempatan yang sangat baik dengan diijinkan nginep di rumah Kyai Thobary Syadzily al-Bantani di Ponpes Al Husna Tangerang Banten. Nda disia siakan ogut nanya ini itu macam orang yg kelaparan.. Pertanyaan seputar begitu begitu..
Okaaay ini salah satunya..
Syirik!!! Definisi syirik banyak ditemukan di google salah satunya ini : http://id.wikipedia.org/wiki/Syirik yang pada intinya syirik adalah membuat tandingan kepada Allah swt. Secara gampangnya yaitu meminta kepada selain Allah.. naaahhh.. kemarin ni liat status temen di fb ada gambar begini :
941700_10201249580022899_1215947194_nDengan keterangan begini :

Sebagian saudara kita datang ke kubur-kubur tertentu yang mereka anggap bahwa yang ada didalamnya merupakan orang sholih, ketika dinasehati bahwa yang mereka kerjakan adalah perbuatan syirik, maka mereka pun akan berkata seperti yang Allohsubhanallohu wa ta’ala firmankan….
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
“Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Alloh akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Alloh tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (Qs. Az-Zumar : 3)
Ya, mereka berkata “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnya”, karena orang yang sudah meninggal ini adalah orang yang sholih, orang yang dekat dengan Alloh, maka kami ingin agar beliau (mayit) dapat mengantarkan kami untuk dekat dengan Alloh atas perantaranya karena kami ini banyak dosa sedangkan beliau (mayit) merupakan orang yang ‘alim dan sholih.

Kyai saya tanyakan seputar ini Beliau menyampaikan (bil makna dan sudah banyak sy ulekin bumbu..),
“Kamu tahu ndak mereka yang duduk berziarah dan berdoa itu sedang minta kepada penghuni makam atau kepada Allah. Hanya saja lokasi doanya tersebut pas di makam, sama juga dimana mana juga bisa berdoa.. Kalo dimana mana bisa berdoa, kenapa di makam ada pengkhususan? Allah yang menerima dan menolak doa, apakah kita sebagai manusia tahu jika doa seseorang diterima atau tidak?”

“Yang benar benar benar syirik itu adalah ketika mereka yang dimakam trus berdoa minta kepada selain Allah, di depan pohon besar duduk trus minta sama pohon, di depan batu besar duduk minta sama batu, di depan patung minta sama patung, di depan sapi minta sama sapi”.

Kemudian Kyai menyampaikan,, “ketika kamu sakit, apakah kamu tidak meminta kepada dokter untuk menyembuhkan sakit mu.., syirik dong..” Kita minta tolong kepada dokter yang menyembuhkan tetap Allah. Dimana hati kita pribadi saat itu mengatakan ya Allah melalui dokter ini saya berobat untuk mencari kesembuhan, hanya Engkau yang maha menyembuhkan duhai Allah.

Siapa yang tahu hati kita saat itu apakah meminta kesembuhan kepada dokter atau kepada Allah, dimana hati kita saat kita meminta kesembuhan itu. Jika kita meminta kepada makam adalah syirik, meminta kesembuhan kepada dokter juga adalah syirik, yang membedakan antara syirik dan doa atau ikhtiar adalah dimana hati kita menempatkan siapa sesungguhnya sumber dari segala sumber yang mengabulkan hajat kita. Itu sudah jelas dalam ilmu tauhid, ungkap Kyai. Jika kita pahami maka tidak ada pertentangan dalam agama pada hal seperti ini.

Jadi bagaimana kita bisa menilai mereka syirik kalo belum tau sebenarnya mereka minta sama selain Allah atau berdoa meminta kepada Allah yang berlokasi di makam. Untuk mengetahui mereka berbuat syirik atau tidak, langsung tanyakan kepada pelakunya apakah kalian para pentakziah meminta kepada penghuni makam atau kepada Allah.. Sebelum tahu itu, jika kita menghakimi mereka berbuat syirik maka kita sudah suudzon kepada mereka.
“Kata kata justifikasi syirik kepada setiap para pentakziah adalah satu kata yang menyakiti umat Islam, padahal dasar hukum mendoakan mayat atau jenazah itu ada banyak.. Jika kalian belum tahu hukumnya silahkan datang ke rumah Saya, Saya bukakan kitab kitab dari ulama terdahulu, silahkan Anda baca sendiri kitah tersebut. (rumah Kyai Thobary maksudnya)” :: paragraph ini diluar maksud status fb diatas,, ini bagi Anda yang masih meragukan hukum mendoakan jenazah atau mayat.

~ :: ~

Opini saya pribadi fenomena tradisional masyarakat yang memuliakan sesorang dan kemudian setelah meninggalnya masih tetap kita mintai ini itu langsung kepada empunya makam adalah tidak benar juga,, tapi adakah manfaatnya dari hal tersebut saya tidak mengetahui atas hal tersebut. Jika dengan memuji muji orang mulia penghuni makam dan kemudian meminta kepada Allah sehingga kemudian Allah ridha maka saya tidak ada pengetahuan sedikitpun atas hal tersebut. Dengan catatan memuji empunya makam dan meminta kepada Allah ya.. tidak ada letak kesyirikan dengan pujian kepada penghuni makam yang kemudian dilanjutkan dengan berdoa memohon kepada Allah,, ya Allah,, ya Allah,, ya Allah..
Namun jika para pentakziah memohon selain kepada Allah, hal tersebut bukanlah menjadi urusan saya, kecuali kewajiban saya untuk mengingatkan jika kondisi memungkinkan, minimal berdoa kepada Allah. Karena fokus saya dalam postingan ini adalah jangan mudah husnudzon kepada orang lain.
Postingan ini saya maksudkan sebagai catatan pribadi agar kita berhati hati dalam memandang seseorang dan tidak menjatuhkan vonis kepada mereka setiap pentakziah.. toh ketika kita jatuhkan vonis terhadap seseorang, tidak ada manfaat bagi kita sendiri kecuali pembelajaran,, jangan sampai jadi suudzon dan sombong,, ada terbesit saya lebih baik dari anda, karena kamu begitu begini, mungkin jika memang situasi memungkinkan kita mengingatkan karena dalam sepengetahuan kita hal tersebut tidak baik, namun jika tidak memungkinkan kita doakan karena ampunan Allah lebih dahulu daripada murkaNya..
Ini adalah koreksi dan catatan bagi saya pribadi, JANGAN PERNAH SOMBONG, JANGAN MUDAH SUUDZON, semoga tidak ada kekeliruan dalam memahami maksud saya diatas..

  1. sedia cermin yg besar biar bisa buat berkaca secara detail yo broo hahhaa mantab

    • fadlilsangaji

      jadi inget solawatan e gusdur.. kafir e dewe dak digatekke.. dst… ya Rasulullah salamun ‘alaik… Allahumma Sholai ‘ala sayyidina Muhammad saw..

  2. betul… kita memang gak boleh khuznulzan..
    tp gmn seperti kasus ada orang yang pegang2 tas kita.. apakah kita menunggu dia lari bawa dompet dulu?
    seperti ketika dia pegang2 dompet kita.. dan kita berkata “suka ya mas sama dompet saya..kemarin saya beli di pasar baru”..
    sesuai dengan tema.. khuznulzan tentu memiliki kriteria.. kalau memang dia mau mendoakan orang yg di kubur kenapa dia harus mengeluarkan uang yg lumayan kalau menurut tetangga saya yg mgkn agak sulit secara finansial.. tetapi dia menabung untuk keliling ziarah wali.. sampai beberapa kali.. yg seharusnya mgkn kalau di kumpulin bisa buat umrah mgkn..
    apa yg di harapkan??
    apakah kita kan berkata seperti di atas ketika ada yg pegang2 dompet kita?
    oke.. kita akan menjawab.. oo.. mgkn pengen tahu ke makam orang shaleh.. mari kita terima anggapan itu..
    tp sudahkah kita ke makam wali dan menanyakan apa yg mereka doakan disana? sampai2 ada juru kunci… sampe2 klo mau nikah harus mandi air 7 sumur.. klo mau ziarah kubur yg contohkan,, toh di kampung saya byk kuburan.. jgn2 doa jiarah kubur gak tahu.. atau adab ke kubur seperti melpas sendal..
    tp sudah tahukan klo di makam wali wali ada ritual ritual khusus yg di adakan oleh juru kunci? kira2 itu ritual buat apa?

    • fadlilsangaji

      berprasangka buruk beda dengan waspada.. sudah dikaji oleh Habib Novel, nanya mulu si kang.. *kidding.. ane bukan guru soalnye..
      semoga tetangganya mendapatkan berkah barokah Allah dengan apa yg dilakukannya ya.. amiin..
      yg mo mandi kembang mandi lumpur urusan mereka bukan permasalahan saya.. kalo mau ngurusi dengan memandikan mereka yo monggo.. *kidding lagi..
      nanti kalo saya ketemu juru kunci saya coba tanyakan,, asik buat nambah wawasan dalam pandangan mereka dan juga sebagai bahan ngeblog tentunya..
      makasi sudah mampir ya kang 🙂 sering sering loo..

  3. harus..mus.. andai ketemu juru kunci.. tanyakan.. kenapa byk orang mengkramatkan makam wali?? why? makam kog keramat 🙂 apalagi di bangun bangunan di atas makam wali.. yg mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan ketika fathul makkah kepada ali meratakan kuburan..

  4. ayat yg dipake disebutkan sudah pernah dikupas oleh Buya Yahya (cirebon) saat munaqosah dengan orang dari yayasan as-sunnah. Alasan gak boleh ziarah dan gak boleh doa di makam, khususnya makam auliya was solihin adalah ayat “maa na’buduhum illaa liyuqarribuunaa ilallahi zulfa”
    Disini ada balaghoh yg tidak dipahami oleh orang2 yg cuma baca qur’an terjemah. Makna yang sebenernya adalah “Tidaklah Kami menyembah mereka kecuali agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah”. Artinya? ya mereka sudah menyembah sarana tersebut (patung, berhala, dll) dan tujuannya adalah supaya sarana2 tersebut bisa mendekatkan diri mereka pada Allah. Dalam bahasa Indonesianya, yg contohnya lebih mudah “tidaklah saya melakukan A, agar supaya bisa B” berarti ya tindakan A-nya sudah dilakukan, dengan tujuan supaya bisa B.
    Bedanya dengan kamu Nahdliyyin ketika ziarah ke Makam, maka semua doa tetap ditujukan kepada Allah, tetap meminta kepada Allah, memohon kepada Allah. Kita berdoa “Ya Allah dengan barokah keutaman dan kemuliaan yang Engkau anugrahkan kepada Wali A, maka kabulkanlah hajat kami, dst dst”
    Adapun kenapa yang diziarahi cuma makamnya auliya was solihin? Karena mereka punya kedudukan di sisi Allah, dan Allah Maha Berkehendak untuk memilih siapa saja di antara hambanya yang bisa menjadi walinya. Dan kedudukan ini tetap melekat pada wali tersebut, baik ketika masih hidup, maupun sudah wafat. Karena pada hakikatnya, Allah Maha berkehendak untuk menjawab doanya melalui perantara yang mana saja, bisa itu lewat dokter, lewat kiyai, lewat ustadz, lewat orang tua, lewat anak kecil, apalagi lewat para wali-Nya.
    Walillahittaufiq

Comment here