Innallaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alan nabiy; yaa ayyuhal ladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliima.
QS Al Ahzab 56

Pada posting sebelumnya, sahabat saat itu bingung dan menanyakan kepada Nabi Saw. Wahai Nabi, bagaimanakah kami mendoakan / bersalawat kepada Engkau (Muhammad). Maka dalam hadist tersebut Nabi mengajarkan :: Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammadin, Wa ‘alaa ali Muhammadin, kamaa shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘alaa ali Ibrahim
Perhatikan arti Shalawat ::
Ya Allah, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad
atau bisa dalam bahasa lain,
Ya Allah, bersolawatlah Engkau kepada Muhammad
Ada yang merasa janggal?? Dalam QS Al Ahzab 56 diperintahkan “…Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
Allah perintahkan kepada manusia yang beriman “bersalawatlah kamu kepada nabi”, tapi anehnya ucapan dari Rasulullah menyuruh umatnya untuk berdoa kepada Allah dengan doa solawat “Ya Allah Bersolawatlah Engkau kepada Muhammad.”
Serasa pingpong ya? Allah menyuruh umat bersalawat kepada Nabi, dan Nabi mengajarkan mintalah kepada Allah agar Allah yang bersalawat. Ajiiiibbbb!!! Lah tapi jadinya manusia ini salawat atau tidak sebenarnya kok malah berdoa dan meminta kembali agar Allah yang bersolawat kepada Nabi??
Dijelaskan oleh gurunda Habib Novel Alaydrus ::
Kita kembali ke awal QS Al Ahzab 56 dimana disebutkan :: “Sesungguhnya Allah dan MalaikatNya bersalawat kepada Nabi…”
Beliau melanjutkan ::
Manusia itu tidak ada yang tau bagaimana Allah bersolawat kepada Nabi Saw.
Manusia tidak ada yg tahu bagaimana Malaikat bersalawat kepada Nabi Saw.
Dalam hakekatnya hadist tersebut menjelaskan tidak ada satupun makhluk ciptaan Allah yang mampu melakukan perintah Allah untuk bersolawat kepada Muhammad Saw sebagaimana yang dikehendaki Allah untuk memuliakan Muhammad Saw kecuali ya Allah sendiri.
Karena itu dengan bijak Nabi Saw mengajarkan kepada para sahabat yang kebingungan cara memuliakan Nabi Saw agar berdoa saja kepada Allah biar Allah saja yang bersolawat kepada Nabi Saw.

Pas nulis ini saye juga baru berasa uwooowww dan baru bisa merasakan betul betaapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa LLLUUUUUAAAAARRRRRRR BIASANYA NABI MUHAMMAD Saw.
Ini yang memuliakan Allah sendiri loooo,, bukan pa RT, pa Gubernur atau pa Presiden, tapi Allah swt adalah Tuhannya alam semesta yang telah dan sedang yang mana saat ini dan akan selalu memuliakan Muhammad Saw. ( hehe maaf bahasanya jadi ikut2an belibet saking excited-nya cerita..)
Bisa berasa kan luaaarrrrr biasanya Nabi Muhammad Saw yang selalu dimuliakan oleh Allah swt dan Malaikat ( sapa berani nglawan arti tafsir dari QS Al Ahzab 56 ?? )
Muter muter mantul mantul aneh bin ajaib ya.. Sedikit menekankan kembali biar rada lebay…
Arti solawat adalah pujian kepada Nabi Saw, Agungkan Nabi Saw, Muliakan Nabi Saw, Doakan Nabi Saw, tapi manusia ta mampu berekspresi mengungkapkan, mendoakan dan memuliakan Nabi Saw persis dengan yang sebenarnya diinginkan oleh Allah swt Sehingga Allah sendiri yang memuliakannya.
Penekanannya disini Allah juga bersolawat kepada Nabi Saw. Mungkin satu satunya perintah dari Allah kepada umat dimana Allah sendiri juga melakukan apa yang Ia perintahkan tersebut. Ini ni,, harusnya bisa berasa ajiiiiiibbbb bgt dah!!
Ini sepertinya Muhammad Saw jadi yg paling utama ya, tapi harus kembali kita ingat karena dengan memuji / bersolawat / memuliakan untuk Muhammad Saw, sebenarnya pujian tersebut ditujukan kembali kepada penciptanya Allah swt sebagai pencipta Muhammad Saw.
Mengapa Muhammad Saw pantas dipuji,, karena Muhammad saw adalah ciptaan dari nur Allah dan ciptaan paling mulia dan paling sempurnya yang pernah Allah swt ciptakan. Jadi setiap pujian kita kepada Muhammad Saw akan kembali atau bertujuan memuji dan memuliakan Allah swt yang Maha Sempurna.
Semakin kita memuji kemuliaan Rasulullah Muhammad Saw, maka begitu pula Allah akan semakin merasa happy bahwa kita sangat cinta dan kagum sekagum kagumnya dengan perasaan yang luar biasa :: ini lho ciptaan Allah yang sangat luar biasa. Saya memuji ciptaan Engkau yang mulia ini ya Allah karena Kemaha Besaran Mu dalam menciptakan segala sesuatu dengan sangat sangat sangat sempurna… uwoooowwww… eh.. Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘Adzhim.. Maha Besar Allah dengan segala kekuasaanNya.
Sudah berasa WOW dengan QS Al Ahzab 56 vs Rasulullah Muhammad Saw??
kastengelnya sudah habis berapa toples??
Kita bahas kedepan sifat sifat mulia Nabi Muhammad saw pada posting berikutnya.. insyaAllah..
Allahuma Shali ‘Alaa Sayyidina Muhammad!!!
Jika ada koreksi komentar yang meluruskan silahkan.. Semata mata kesempurnaan hanya milik Allah dan ini sedikit pemahaman yang saya ambil dari belajar dari pa Guru Habib Novel Alaydrus. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada beliau. amin.

  1. kastengel?wkwk.sih seneng keju kwe. aku suka pemahaman ini tt rasul sebagai ciptaan paling sempurna dalam wukud manusia. mnrtku salawat jg mngingatkan kita tt karakter dan sifatnya,shg kl sring ingat dg slawat,scr tdk sadar cndrung mempertimbangkannya dalam rutinitas kseharian kita.

    • benar pemikiran itu krn salah satu manfaat salawat adl sbg guru,, zikir berikutnya yg bs sebagai guru smp ketemu guru yg sesungguhnya adl bismillah yg rutin dibaca sebanyak 732 kalo ga salah jlm bilangannya..(buletin 1000x cm bentar)
      *sumber :: tetep dr habib Novel
      kastengel?? masiii teteppp noo!! tengs 4 visiting.. ^_^

  2. Subhanallah wal hamdulillah.. ajeb nonjok legit MasBro!
    tapi manusia ta mampu berekspresi mengungkapkan, mendoakan dan memuliakan Nabi Saw persis dengan yang sebenarnya diinginkan oleh Allah swt Sehingga Allah sendiri yang memuliakannya.
    Analisis yang mengagungkan Allah Swt. dalam kemaha-laysakamitslihisyaiun-an-Nya.
    Sebuah kolaborasi tafsir Quran dan hadis yang bernilai iqra. Subhanalah.
    Allahumma shalli alaa Muhammad, wa ‘alaa ali Muhammad.
    btw, ampir muntah n ampir gajadi komen gegara dia ===> ( ˘ ˘з(˘⌣˘) **hueeekkk XD

    • Alhamdulillah banget ini bang Mux,, diberi pemahaman yg sangat indah oleh Allah melalui Guru2 yg luar biasa.. semoga Allah selalu limpahkan kesehatan kepada beliau beliau.
      ahehehe masak gara2 ( ˘ ˘з(˘⌣˘) malah gajadi komen.. ganti apa enaknya yak..

  3. saya khoirul umam
    saya sedang dalam proses penuntut ilmu.. namun ada yang membuat saya sedikit ragu tentang solawat yang di ajarkan dalam majelis yang saya ikuti….. bunyi solawatnya “solli wasalim ‘ala sayidina muhammad wa’ala ali sayidina muhammad” tidak seperti yang biasa orang2 ucap yaitu “allahumma solli wasalim ‘ala sayidina muhammad wa’ala ali sayidina muhammad” dalam majelis yang saya ikuti menghilangkan lafat “allahumma” mohon penjelasan bagi sahabat tentang solawat yang ada dalam majelis yang saya ikuti tersebut… dan jika ada hadis2 yang menjelaskan tentang solawat yang ada di majelis yang saya ikuti mohon penjelasanya…

    • Salam mas Umam,
      Pertanyaan mas saya lanjutkan kepada teman2 saya yang lebih paham, ada 2 jawaban menarik dari teman2 saya yang pertama adalah santri di ponpes Al Bahjah Cirebon, beliau sampaikan begini :
      Solawat tanpa Allahuma di depan, berubah kalimat menjadi perintah..
      “kalau Sholli : bacalah sholawat” sedangkan, kalo “Allohumma Sholli : ya Alloh curahkanlah rahmat”
      Dengan Allahuma di depan jadinya solawat / doa.
      sama seperti Shollu alan nabi :: “bersolawatlah engkau kepada nabi”
      sholi untuk 1 orang sedangkan sholu untuk jamak yang seperti disebutkan seorang ustad kepada jamaahnya. tapi sholi jika yang dimaksudkan adalah pada satu satu orang.
      satu lagi jawaban dari team habib Noval Alaydrus Solo pengasuh majelis http://www.ar-raudhah.info/live yang kajian rutinnya setiap malam sabtu live pukul 20:30 WIB.
      Beliau sampaikan, coba tabayun (bertanya) dulu kepada ustad yang menyampaikan, apa maksud dari yang beliau sampaikan agar kita mendapat kejelasan. Apa betul tidak menambahkan Allahuma atau Robbi,,
      Menurut beliau, tanpa Allahuma artinya akan menjadi begini “sampaikan sholawat kepada sayyidina muhammad”
      Yang diminta untuk menyampaikan solawat siapa ya.. ustadnya sedang menyuruh kita agar besolawat?
      Dari habib Noval Alaydrus dalam satu kajian beliau :: Hakekat solawat adalah Allah yang bersolawat kepada rasulullah Muhammad saw, dan bukan kita yang bersolawat, kita tidak mampu bersolawat sebagaimana Allah yang mengungkapkan solawat itu untuk Rasulullah saw. Hikmah yang dapat kita ambil adalah betapa Allah memuliakan kekasihNya ini Rasulullah saw. Karena itu selayaknya juga kita jadikan junjungan kita Rasulullah Muhammad saw ada selalu dalam hati kita.
      Kajian habib Noval berupa cerita dongeng dan hikmah dapat Anda download pada link berikut :: http://www.ar-raudhah.info/mp3/majelis-malam-sabtu-2012/
      Alhamdulillah, terimakasih suda mampir di blog http://fadlilsangaji.wordpress.com
      Semoga nda kapok dan bermanfaat.
      amin.

  4. I like the valuable info you provide on your articles.
    I’ll bookmark your weblog and take a look at again here frequently.
    I am relatively sure I will be informed many new stuff proper right here!
    Best of luck for the following!

  5. […] Solawat kepada baginda Muhammad saw. Innallaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alan nabiy; yaa ayyuhal ladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliima. QS Al Ahzab 56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan.Solawat adalah perintah Allah kepada orang beriman. Tahukan anda jika Allah juga bershalawat kepada Rasulullah saw ? Mengapa Allah Bersholawat kepada Nabi saw ? Apa makna dibalik sholawat kepada Nabi saw? […]

Comment here