Habib Umar

Sepulang dari tabligh akbar Habib Umar Bin Hafiz di Monas 4 Desember 2012 ngantongin cerita hijrahnya Nabi Allah Muhammad saw. Dua rencana besar kaum Quraisy yang menentang dakwah nabi untuk memperkenalkan dan mengajak umat untuk Laa ilaha illallah..
Cerita bil makna begini…
Kaum Quraisy penganut ajaran leluhur penyembah banyak tuhan sangat menentang ajaran Rasul Muhammad saw yang memperkenalkan Tauhid Allah Laa ilaha illallah. Siksaan demi siksaan kepada Rasul Muhammad mulai dari cacian makian hingga fisik seringkali dilakukan oleh masyarakat saat itu. Nah dua rencana kaum Quraisy saat itu yang digagalkan Allah swt sbg berikut :
Sebelum Nabi saw keluar dari rumah untuk berangkat hijrah, pemanah – pemanah handal mengintai macam sniper dengan mata panah yang beracun mengelilingi rumah. Ahli pedang dipersiapkan mengitari rumah Nabi saw. Saat Nabi saw hendak keluar, tiba tiba semua orang bengis tersebut ditutup matanya oleh Allah dengan rasa kantuk. Mereka semua tertidur dengan sangat nyenyaknya.
Nabi saw, tidak kemudian bergegas pergi namun berjalan dengan santai diantara mereka, Nabi saw sempat mengambil debu pasir dan menaburkan pasir tersebut diatas kepala orang orang yang tadinya bersiap membunuh beliau.
Ketika orang orang terbangun dan memeriksa rumah yang ditemukan sedang tertidur di dalam rumah adalah Ali bin Abi Thali r.a. Pencarian besar besaran pun dimulai, mereka mengejar Nabi saw ke arah Madinah. Beberapa kelompok sampai di Goa Tsur diatas gunung Tsur dimana Nabi saw dan sahabat Abu Bakar sedang bersembunyi didalamnya dalam kondisi sangat kelelahan akibat perjalanan dan medan pada gunung tersebut.
Allah kembali menunjukkan kekuasaan perlindungan untuk makhluk yang sangat dicintaiNya itu dengan memerintahkan laba laba membuat sarang didepan pintu goa tersebut. Pada cerita yang lain sekelompok orang juga menemukan sarang burung lengkap dengan telurnya sedang mengerami telur tersebut.
Masi kurang percaya nii ceritanya direkam dalam Quran, artinya :
 Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  (At Taubah 40)
Makna yang bisa diambil dari kisah diatas adalah

  • sebesar apapun rencana makhluk (kita ini maksudnya), Allah sangat sangat sangat dan sangaaat pake banget dengan mudah menggagalkan hal hal tersebut. Pengepungan dipatahkan hanya dengan rasa kantuk, bahkan sampai seperti istilahnya dijadikan hal yang santi oleh Nabi saw dengan diberikan debu pasir di beberapa orang yang mengepung dan tertidur itu.
  • Goa yang sangat mudah dijangkau penglihatannya didalamnya jika lebih cermat dalam memeriksa, namun dengan diberikan sarang laba laba, maka pemeriksaan pun diabaikan. Hanya dengan sarang laba laba yang sangat mudah rusak dengan sentuhan manusia.
  • Makna yang paling asyik sebenarnya adalah pada kalam Allah :: la tahzan innallaha ma’ana -> jangan engkau bersedih wahai makhluk yang galau, Allah itu sebenar benarnya ada bersama kita. Dan nikmat Allah yang sangat banyak sangat sering kita kufur melupakan hal hal yang seharusnya kita syukuri.

Demikian,,, tadinya mo nulis pendek ko ternyata jadi panjang juga..
Semoga para Habib, ustadz & ulama selalu diberikan kesehatan untuk dapat membimbing kita menuju ridhanya Allah swt dan syafaat baginda Rasul Muhammad saw. amin…
referensi yg menarik : klik siniii..

  1. Ajeb, Mas Bro.. bener.. di kajian tauhid ada perkataan (entah hadis entah perkataan ulama)
    “sababun minni, ajalun minallah” = sebab dari kita, ajal dari Allah. <– intinya, manusia berusaha, Tuhan menentukan.
    gitu kali ya?! 😀

    • iyyuuukkk sudah pernah terinspirasi dengan tulisan di link ini om :: http://fadlilsangaji.wordpress.com/2010/09/28/from-zero-to-zero/
      Allah maha agung atas ciptaanNya,, Makhluk seperti kita tidak bisa apa2 T_T yg bisa kita harapkan sebagai makhluk adalah sesuai dengan sabda Nabi saw berikut ::
      “Ketika Allah telah selesai mencipta jagad raya dan seluruh makhluk, maka Allah SWT menuliskan diatas puncak Arsy: Kasih Sayangku (RahmatKu) mengalahkan kemurkaanKu” (Shahih Bukhari)
      *sambil nangis2 ini nulisnya baca hadist Nabi saw diatas..
      makasi kunjungannya oom.. *terharu… hehe..

  2. wkwkwkwk.. gambar ini gak kukuuuuuu! ==> ( ˘ ˘з(˘⌣˘)

  3. ane ctrl+D dulu kang…nanti insyaAllah saya baca…..salam kenal

Comment here