what do we do within 24 hours

Like this banget dah,, *apaan si blum di tulis jg* – hehe.. idenya yg bagus..
Time tunnel, lorong waktu. Itulah gambaranku untuk mendeskripsikan waktu. klik klik klik selalu dan terus berputar dan tiba tiba mati karena kehabisan batre hehe.., tapi waktu yang sesungguhnya tidak akan pernah berhenti sampai satu masa, dan akan tetap berputar diantara matahari, bumi, bulan dan semesta alam sampai satu masa. *ehh.. ga ngerti deh..*. Iye sori, nglantur…
Lu inget ga masa kecil lu *iye gw inget dulu sering manjat pohon mangga. *hayah.. hahai.. sukur lu masih inget.
*trus maksut time tunnel apaan?* Yap, aku jelasin..
Lu pernah masuk got? *hiyaaa,, pertanyaan apaan tuh..* analogi bro.. ato pernah ga lu masuk pipa yg cukupan untuk seukuran badan lu doang? *hah,, aya aya wae. Ye maksudnya gimana..* Itu analogi ku untuk menggambarkan lorong waktu. Sekarang ini, at this time, detik ini juga, sebenarnya kita sudah masuk ke lorong waktu.
Lu masuk dalam pipa yg ukurannya pas banget sama body lu, trus lu ngrangkak dan dipaksa maju trus secara konstan karena di belakang lu ada sumbat yg ngedorong untuk trus maju. Kaya pelem2nya indiana jones waktu nemu gua rahasia gitu..
*yow, n dhen..* Yap, waktu seperti jalur pipa yg kita masuk didalamnya, kita tidak akan pernah bisa untuk kembali kebelakang. Yang ada adalah kita dipaksa untuk selalu menghadap dan berjalan kedepan tanpa ampun dan tanpa kesempatan kedua.
Sepanjang lorong pipa, bayangkan kita menemui buah buahan dan perhiasan. Buah tersebut kita gunakan untuk menopang hidup  dan perhiasan kita gunakan bisa untuk membeli kehidupan abadi di ujung pipa. Selain ada perhiasan, terkadang ada lumpur becek kotor, kusam, hitam, jelek juga.. Maksudnya adalah analogi benda yg tidak berharga / tidak ada nilainya sama sekali, atau mungkin sering juga kita temui duri dan kerikil tajam yg menusuk ke kulit jadi berasa sakit… #ouch begitu kira2 bunyinya..#
clear?? ~ rehat bentar~  🙂
Oke, aturan pertamakali sebelum masuk lu masuk lu dibekali kantong ajaib yg muat apa saja dan ga pernah full. Kantong itu bisa lu pake untuk ngantongin apa aja ex : buah untuk bekal, perhiasan dan lumpur. Sepanjang perjalanan dalam pipa tidak akan pernah mulus. Terkadang ditengah perjalanan tersebut terdapat duri dan kerikil tajam, sakit memang saat kita melaluinya tapi anehnya kerikil dan duri tersebut malah kita simpan dalam kantong yg kita bawa tadi. *Menuh menuhin doang*. Yow, saat kita melihat dalam kantong, rasa sakit tersebut timbul kembali dan mengingatkan kita saat kapan dalam pipa tersebut kita temui. | sori agak melebar dari tema, pesan sponsor bro,,,  😀 |
Oke back to time tunnel, selama lu lewat di dalam pipa setiap ada perhiasan pasti lu ambil kan.. *yoi cing..* sip.. Tapi asal lu tau sebenernya dalam skenario time tunel banyak sekali perhiasan yg kita tinggalkan / tidak terambil. Dan yg paling aneh lagi, kita terkadang malah milih lumpur atopun duri yg kita ambil simpan dalam kantong daripada perhiasan.
Satu waktu terdapat perhiasan kalung, gelang, cincin. Cincin tergeletak begitu saja, namun kalung dan gelang butuh sedikit usaha untuk mendapatkannya. Karena kemalasan yg kita ambil hanya cincinya doang. Padahal sangat bisa kita mengambil kalung dan gelang ataupun tas juga baju baju bagus jika mau berusaha, ex : ibadah2 sunah..
Buah bisa kita analogikan untuk bekal kehidupan sehari – hari ex: harta benda makanan pakaian etc. Perhiasan yg kita temui adalah kesempatan amalan, sedangkan lumpur adalah amalan perbuatan buruk yg tidak berguna malah memberatkan sepanjang perjalanan kita. Dalam analogi diatas, kita sering meninggalkan kesempatan2 untuk bisa mendapatkan amalan perhiasan yg menarik. Sayangnya adalah karena memang disengaja.
Rasulullah SAW pernah ngendhikan, “Sesungguhnya semua umatku akan masuk surga, kecuali orang yang tidak mau”.
Sedih sekali bukan,,,
Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
ƪ(ˇ~ˇ)ʃ  Semoga kita bukan termasuk orang yg lalai & nasehatku kembali kepada ku sendiri dan kita semua~  amiiiin…

  1. nah klo gini “like thissss”

  2. nyari pipa yg muat badan ku dulu -__-a
    nice post 😛

  3. menurutku, pipa yang akan kita lalui seharusnya adalah pipa bercabang-cabang juga mas aji, 🙂 , dimana setiap pipa yang satu dengan yang lain menawarkan buah, perhiasan, dan lumpur yang berbeda. ada kalanya banyak berisi buah-buahan saja dan perhiasan saja, bahkan ada yang berisi lumpur lumpur dan duri saja,, di setiap cabang pipa ada keterangan dan kadang-kadang ngga ada, maka dari itu kita bisa memilih. suatu saat kita melewati sebuah terowongan yang buntu, sehingga kita terjebak ngga bisa kemana mana, sedangkan kita ngga bisa berjalan mundur. Maka itulah akhir dari waktu kita. Bisa saja kita terlena dengan buah-buahan yang banyak tanpa ada lumpur sedikitpun, tetapi mungkin hanya semeter didepan pipa itu berhenti, sedangkan kita merasa bahwa ujung pipa masih jauh, dan berpikir “Ah, masih ada banyak poerhiasan yang akan kutemui nanti,” Memang benar, alangkah ruginya kita.. ;D
    *nice post, actually.. 😉

    • fadlilsangaji

      Ocka, like ur comment actually.. hehe..
      bener2.. banyak percabangan dan memang kita sangat bebas memilihnya, tapi kondisi didalamnya selanjutnya terkadang juga kita belum tau. Karena itu kita selalu meminta petunjuk jalan yg benar, jalan yang di ridhai.
      Semoga Allah selalu membuka hati kita dan mengisinya dengan petunjuk atas keridhaanNya. amin.
      missU.,
      TK depan rumah tu ada pipa2 plastik buat mainan anak kan??hehe..

  4. mus mus.. muuusss.. 😀

  5. nice.. analogi yang bagus, tape.. thx for sharing..

Comment here