flying angel...Ada yang pernah kenal dengan Ahmad Zaki Mubarok? Saya pernah mengenalnya.
Anaknya santun, ramah, baik dan pandai berteman. Guru dalam aliran musik saya, dia memperkenalkan saya apa fungsi radio, mixer, speaker, mp3, musik grunge Nirvana dan juga metal Metallica juga Rage against the machine. Olahraga favorit kami waktu itu smack down waktu pas jaman – jaman ngetop nya acara gulat itu di tipi. Dia adalah kakak bagi saya, teman sekaligus sahabat namun dalam kurun waktu yang cukup singkat. Hanya beberapa bulan saja.
Dimana dia sekarang? InsyaAlloh ada dalam tempat terindah disisi Alloh swt. Namanya sekarang terpampang di salah satu kayu nisan di pemakaman kampung Rejodani Jogjakarta. Disanalah raganya sekarang bersemayam, terbaring beristirahat menanti kekuasaan Tuhan di hari kelak.

Dia adalah Zaki, abang saya. Meninggal tahun 2000 silam dalam suatu kecelakaan lalulintas. Usianya baru 19 tahun. Shock, panik, sedih, bercampur menjadi satu mendapat kabar dari polisi bahwa dia sudah meninggal dunia. Meninggalkan raganya di dunia, tak lagi bergerak, tak lagi berteriak. Dia di atas pembaringan ruang jenazah tidak mampu menjawab lagi ketika saya sapa. Dia hanya Diam. Seonggok jasad tidak bernyawa yang sangat saya sayang.
Sejak beberapa bulan sebelum kematiannya saya selalu mendapat rasa tidak tenang di malam dimana dia meninggal kemudian. Lima hari sebelumnya dia begitu gembira, penuh semangat dan energi bercanda dan beraktifitas. Namun pada satu malam, saya teringat dia terdiam menatap langit – langit kamar. Seperti merenung. Saya tanya “Kamu kenapa?” dan dia menjawab “ga papa, cuman lagi berpikir” entah apa yang dipikirkan saya ta ambil pusing dan kembali tertidur.
Dua hari sebelumnya saya ingat betul dia menasehati saya. Kata – kata yang keluar seperti nasehat orang tua. Jaga kakak kamu, dia perlu orang disampingnya untuk selalu mendorongnya dan menasehatinya. Hormati juga orang tua mu dengan doa orang tua mu kamu mendapatkan jalan terdekat menuju rahmat Tuhan, dan paling terakhir adalah hormati teman – temanmu. Mereka juga keluarga. Minta maaflah sesegera ketika kamu merasa berbuat kesalahan. Teman – temanmu akan senang, memaafkan dan menerima mu kembali.
Subhanallah..
Malam hari sebelumnya, dia memodifikasi motor kesayangannya. Motor RX King kompor yang selalu berasap tebal ketika dikendarai dia modifikasi stang motornya. Dia ganti setang motor standar dengan stang sepeda kayuh saya sehingga terkesan seperti motor balap. Konyol benar dalam pikiran saya. Pagi hari setelah sahur dan subuh, dia masih membenahinya motor kesayangannya itu. Satu kalimat yang di katakannya sambil nyengir : “Kamu ga bakal bisa lagi pakai ini motor!”.
Pada malam kemudian, berita duka itu pun datang pada keluarga kami. Innalillahi wa inna Ilaihi roji’un. Satu dari anggota keluarga kami telah mendahului menghadap Alloh swt.
Dia masih sangatlah muda. Kehilangan abang saya ini adalah hal yang cukup berat. Begitu dekat kami, namun berakhir dalam sekejap. Alloh yang memisahkan kami, insyaAlloh Allah yang akan mempertemukan kami. Sekarang adalah di dunia, kelak kita akan segera menyusulnya juga ke alam barzah dan ruh.
Anak yang tadinya abang, teman dan sahabat saya ini telah mendahului kita bersanding di sisi Tuhan. Anda mungkin belum pernah bertemu atau berkenalan dengan sodara saya Zaki, namun untuk Anda pikirkan, dia pernah ada disamping kita, pernah menjadi anak dari orang tuanya, pernah menjadi sahabat bagi keluarga, pernah menjadi teman, pernah menjadi adik bagi kakak dan kakak bagi adiknya dan dia adalah abang saya dan dia pernah ada disamping kita.
Apa yang spesial dari dia dengan waktu perjumpaan juga sangat singkat. Abang saya yang luar biasa inilah yang pertamakali mengatakan. Sodaraku, besuk atau lusa atau kapanpun itu, kematian akan datang menjemputmu. Tidak dalam umur tertentu, dan dalam kondisi bagaimana pun. Persiapkanlah bekal terbaik untuk mu nanti sodaraku. Kau akan mempertanggungjawabkan kehidupanmu kelak.
Subhanallah..

  1. subhanallah… smoga kita semua slalu bisa mempersiapkan bekal terbaik buat besok dan selalu dirahmati oleh Allah SWT… amien…

  2. Hadapi perjalanan hidup itu dengan tidak menoleh kepada ketakutan akan kematian, karena kita pasti akan mati. Dan jangan pula kau mendongak hingga lupa akan garis syariat, dimana semua tindakan dan pengabdian di dasari oleh ikhlas kepada Tuhan semata.
    Bila engkau memasukkan pengetahuan ke dalam kematian maka hatimu akan kaku oleh suhu yang membeku. Namun dengan keyakinan syariat yang dalam sudah tentulah dirimu menjadi cerdas dan bersiap-siap dalam sambutan.
    Sungguh sadarkanlah bagi dirimu karena sebelumnya bisa menyelami rahasia kematian. Karena kematian itu sangat dekat di helai urat nadimu. Tetapi betapa engkau akan jauh bisa menemukan dia ketika usaha yang terderai menjadikan kehampaan malam yang sunyi dan mimpi belaka.
    Manusia itu sungguh tidak berdaya bila dihadapan kematian dan bukti ketidakberdayaan itu bisa dilihat nyata sejak usia tuanya. Ada yang pikun dan banyak juga yang mengalami kelumpuhan, sedangkan kematian akan jauh lebih dahsyat hukumannya bila dibandingkan dalam ketakutan.
    Apakah dia datang ketika usia tua? Atau hanya menghampiri yang muda agar lebih ringan dalam timbangan dosa? Apakah bisa datangnya karena terpaksa atau memang seharusnya demikian? Padahal semuanya telah menjadi benar karena ia akan tiba tanpa pemberitahuan dan kerjasama.
    Dalam bisikan alam bawah sadarnya maka manusia memendam pengetahuan tentang alam baka. Namun dalam kenikmatan yang dijalani hidup maka ia tidak menyadari bunga di taman akan hilang dalam bergantinya musim semi ke musim gugur. Mereka terus terlena dan terbuai keindahan musim bunga walau hanya sesaat. Dan kesempatan mengabadikannya dalam album potret kebaikan sempat pula terlupakan karena kameranya menjadi rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Ia telah kaku dan tidak lagi bergerak dalam tingkah polah yang seperti dulu.
    Percayalah bahwa mati bukan mimpi karena itu adalah kenyataan yang menunggu terbuka cadarnya. Sebab oleh Tuhan telah diciptakan sebelumnya alam kubur, alam penggelantungan dan alam barzah setelah kematian seorang manusia.
    Kematian juga bukanlah sebuah akhir dari perjalanan karena akan ada jalan yang sangat panjang dan jauh kedepan sebagai langkah yang harus dijalani. Disana juga akan banyak rintangan bagi yang kufur dan tidak ada hambatan bagi yang beriman pada aturan Pencipta.
    Kini apakah kita tidak mau menjadikan hidupmu sekarang sebagai karunia untuk negeri-negeri berikutnya setelah mati? Maka engkaulah yang bisa menjawabnya.

    • Samlekom,
      Pa Oedi mah komen nya nyaingin postingan ku.. ta ape-ape.. he he he.. ta perlu di perdebatkan tentang kematian ntu.. memang satu hal yang sudah pasti.
      Ada hadist artinya begini :
      “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi)
      yang pengen aku sampaikan dengan gamblang kang Oed, bertindak dan bertingkah, berbuat dan beraktifitas keseharian, ketika orang itu ingat akan kematian insyaAlloh kaga ada kejahatan dimuka bumi ini… tapi yang ada sekarang sering banget lupa.. termasuk diriku.. hiks. sedih.

  3. satu dari tiga rahasia besar manusia yang paling akhir akan kita temui sama-sama namun waktunya berbeda-beda.
    Hiduplah untuk hari ini seolah-olah tiada hari esok, dan hiduplah untuk esok hari seolah-olah engkau akan hidup selamanya. Allah Maha Mengetahui apa-apa yang hambanya tidak ketahui, dan apabila hamba-hambanya mengetahui, itupun hanya sekelumit kecil dari pengetahuan Allah ta’ala.
    Kehilangan bukan untuk dibuat jadi kesedihan, sebab yang “membuat hilang” adalah yang Maha Memiliki. Semoga saudara kita mendapat ampunan atas dosa-dosanya, dan mendapat pahala atas segala amalnya di dunia. Allah humma amiin…

Comment here